Monday, October 13, 2014

0

Dosa dan Bahaya Riba

  • Monday, October 13, 2014
  • Rahman Hatim

  •  «وَأَحَلَّ اللهُ البَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا»


    Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah shallahu ‘alahi wasallambersabda, “Allah melaknat orang yang memakan (pemakai) riba, orang yang memberi riba, dua orang saksi dan pencatat (dalam transaksi riba), mereka sama saja”. (HR. Muslim dan Ahmad)

    Hadits yang mulia ini menjelaskan secara tegas tentang keharaman riba, bahaya yang ditimbulkan bagi pribadi dan masyarakat, serta ancaman bagi mereka yang berkecimpung dalam kubangan dosa riba, sebab Rasulullahshallahu ‘alahi wasallam menyebutkan laknat bagi orang- orang yang bersyerikat di dalamnya.


    Akibat dari dosa riba ini telah dirasakan oleh banyak kalangan baik muslim maupun non muslim, karena riba merupakan kezhaliman yang sangat jelas dan nyata. Sehingga wajar kalau Allah subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya shallahu ‘alahi wasallam mengancam orang-orang yang telibat di dalamnya dengan berbagai ancaman. Di antaranya adalah dengan azab yang pedih, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala,
    “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Rabbnya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Dan barang siapa yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya”. (QS. Al-Baqarah:275).


    Allah subhanahu wata’ala juga menghilangkan keberkahan harta dari hasil riba dan pelakunya dicap melakukan tindakan kekufuran, sebagaimana firman-Nya,
    “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa”. (QS. Al-Baqarah:276)


    Allah subhanahu wata’ala memerangi riba dan pelakunya, sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya,
    “Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasulnya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya”. (QS. Al-Baqarah:279)

    Selain ancaman dari Al-Qur’an di atas, Rasulullah shallahu ‘alahi wasallam juga menjelaskan bahaya riba dan sekaligus mengancam pelakunya, sebagaimana telah dijelaskan dalam hadits Jabir di atas.

    Rasulullah shallahu ‘alahi wasallam juga bersabda, “Jauhilah tujuh dosa besar yang membawa kepada kehancuran,” lalu beliau sebutkan salah satunya adalah memakan riba. (HR. al-Bukhari dan Muslim).


    Dalam hadits yang lain Nabi shallahu ‘alahi wasallam mengancam pelaku riba dengan lebih tegas, beliau bersabda,
    “Dosa riba memiliki 72 pintu, dan yang paling ringan adalah seperti seseorang berzina dengan ibu kandungnya sendiri.” (Shahih, Silsilah Shahihah no.1871)

    Dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam Hakim dan dishahihkan oleh beliau sendiri, dijelaskan, “Bahwa satu dirham dari hasil riba jauh lebih besar dosanya daripada berzina 33 kali”.

    Dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam Ahmad dengan sanad yang shahih dijelaskan, “Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari hasil riba dan dia paham bahwa itu adalah hasil riba maka lebih besar dosanya daripada berzina 36 kali”.


    Bentuk Riba

    Riba dibagi menjadi dua bentuk;

    1. Riba Nasi`ah, yang berarti mengakhirkan masa pembayaran, ini terbagi menjadi dua;

    Pertama; Seseorang atau perusahaan tertentu memberikan pinjaman kepada seorang nasabah dengan membayar bunga sekian persen dalam kurun waktu tertentu dan dibayar dalam bentuk angsuran. Misalnya; seorang nasabah meminjam uang ke salah satu bank sebanyak Rp.100 juta dengan bunga 10% dalam jangka waktu 10 bulan, maka setiap bulan pihak nasabah harus mencicil hutangnya Rp.11 juta, jadi selama 10 bulan itu dia harus membayar Rp.110 juta.

    Ke dua; Pihak nasabah membayar tambahan bunga baru dari bunga sebelumnya disebabkan karena tertundanya pembayaran pinjaman setelah jatuh tempo. Semakin lama tertunda pinjaman itu, maka semakin banyak tumpukan hutang yang harus ditanggung oleh pihak nasabah. Dalam kacamata Islam riba ini disebut riba jahiliyyah. Misalnya si A meminjam uang ke bank B sebanyak Rp. 100 juta dengan bunga 10% dalam jangka waktu 10 bulan, setiap bulannya pihak peminjam harus mencicil Rp. 11 juta, maka selama 10 bulan itu dia paling tidak harus membayar Rp. 110 juta, jika dia tidak menunda pembayaran (ini sudah jelas riba). Tapi jika sudah jatuh tempo dan dia belum bisa melunasi hutangnya maka hutangnya berbunga 15% dan begitu seterusnya (dalam kondisi seperti ini telah terhimpun dua bentuk riba sekaligus yaitu riba nasi`ah dan riba fadhl), dan inilah yang berlaku di bank-bank konvesional yang disebut dengan istilah bunga.

    2. Riba Fadhl, yaitu jual beli dengan sistim barter pada barang yang sejenis tapi timbangannya berbeda, misalnya si A menjual 15 gram emas”perhiasan” kepada si B dengan 13 gram emas “batangan”, ini adalah riba karena jenis barangnya sama tapi timbangannya berbeda. Contoh kedua; menjual dengan sistim barter 1 lembar uang kertas senilai Rp.100.000,- dengan uang kertas pecahan seribu senilai Rp.95.000,- atau 110.000,-.

    Bekerja di Tempat/Lembaga Riba

    Syaikh Shalih al-Fauzan ketika ditanya tentang bekerja di perusahaan yang bertransaksi dengan riba berkata, “Bertransaksi dengan riba haram hukumnya bagi perusahaan, bank dan individu. Tidak boleh seorang muslim bekerja pada tempat yang bertransaksi dengan riba meskipun persentase transaksinya minim sekali sebab pegawai pada instansi dan tempat yang bertransaksi dengan riba berarti telah bekerja sama dengan mereka di atas perbuatan dosa dan melampaui batas. Orang-orang yang bekerja sama dan pemakan riba, sama-sama tercakup dalam laknat yang disabdakan oleh Rasulullah shallahu ‘alahi wasallam, “Allah telah melaknat pemakan riba, orang yang memberi makan dengan (hasil) riba, pencatatnya serta kedua saksinya”. (HR.Muslim). Beliau bersabda lagi,“Mereka itu semua sama saja.” (dalam andil menjalankan riba, red).

    Jadi di sini, Allah melaknat orang yang memberi makan dengan (hasil) riba, saksi dan pencatat karena mereka bekerja sama dengan pemakan riba itu. Karenanya wajib bagi anda untuk mencari pekerjaan yang jauh dari hal itu. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya), “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan menganugerahi nya rizki yang tidak dia sangka-sangka”. (Q,.s.ath-Thalaq: 2).
    Dan sabda Nabi shallahu ‘alahi wasallam, “Barangsiapa meninggalkan sesuatu karena Allah Ta’ala maka Allah akan menggantikan dengan yang lebih baik darinya”.(HR. Ahmad). (Al-Muntaqa Min Fatawa Syaikh Shalih al-Fauzan, Jld.IV, Hal. 142-143, No. 148)

    Dampak Negatif Riba Bagi Pribadi dan Masyarakat

    ·         Sebagai bentuk maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya, Rasulullah shallahu ‘alahi wasallam bersabda, “Setiap umatku dijamin masuk surga kecuali yang enggan”. Para shahabat bertanya, “Siapa yang enggan masuk surga wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab, “Barangsiapa yang ta’at kepadaku pasti masuk surga dan barangsiapa yang berbuat maksiat (tidak ta’at) kepadaku itulah orang yang enggan (masuk surga)”. (HR.al-Bukhari)

    ·         Ibadah haji, shadaqah dan infak dalam bentuk apapun tidak diterima oleh Allah subhanahu wata’ala kalau berasal dari hasil riba, Rasulullahshallahu ‘alahi wasallam bersabda dalam hadits yang shahih,“Sesunguhnya Allah itu baik dan Dia tidak menerima kecuali dari hasil yang baik”.

    ·         Allah subhanahu wata’ala tidak mengabulkan doa orang yang memakan riba, Rasulullah shallahu ‘alahi wasallam bersabda, “Ada seorang yang menengadahkan tangannya ke langit berdo’a, “Ya Rabbi, Ya Rabbi, sementara makanannya haram, pakaiannya haram, dan daging yang tumbuh dari hasil yang haram, maka bagaimana mungkin do’anya dikabulkan.” (HR.Muslim)

    ·         Hilangnya keberkahan umur dan membuat pelakunya melarat, Rasulullah shallahu ‘alahi wasallam bersabda, “Tidaklah seseorang memperbanyak harta kekayaan dari hasil riba, melainkan berakibat pada kebangkrutan dan melarat.” (HR.Ibnu Majah).

    ·         Sistim riba menjadi sebab utama kebangkrutan negara dan bangsa. Realita menjadi saksi bahwa negara kita ini mengalami krisis ekonomi dan keamanannya tidak stabil karena menerapkan sistim riba, karena para petualang riba memindahkan simpanan kekayaan mereka ke negara-negara yang memiliki ekonomi kuat untuk memperoleh bunga ribawi tanpa memikirkan maslahat di dalam negeri sendiri, sehingga negara ini bangkrut.

    ·         Pengembangan keuangan dan ekonomi dengan sistim riba merupakan penjajahan ekonomi secara sistimatis dan terselubung oleh negara-negara pemilik modal, dengan cara pemberian pinjaman lunak. Dan karena merasa berjasa menolong negara-negara berkembang, maka dengan kebijakan-kebijakan tertentu mereka mendikte negara yang dibantu tersebut atau mereka akan mencabut bantuannya.

    ·         Memakan riba menjadi sebab utama su`ul khatimah, karena riba merupakan bentuk kezhaliman yang menyengsarakan orang lain, dengan cara menghisap “darah dan keringat” pihak peminjam, itulah yang disebut rentenir atau lintah darat.

    ·         Pemakan riba akan bangkit di hari Kiamat kelak seperti orang gila dan kesurupan. Ayat yang menyebut kan tentang hal ini, menurut Syaikh Muhammad al-Utsaimin memiliki dua pengertian, yakni di dunia dan di hari Kiamat kelak. Beliau menjelaskan bahwa jika ayat itu mengandung dua makna, maka dapat diartikan dengan keduanya secara bersamaan. Yakni mereka di dunia seperti orang gila dan kesurupan serta bertingkah layaknya orang kerasukan setan (tidak peduli, nekat dan ngawur, red). Demikian pula nanti di Akhirat mereka bangun dari kubur juga dalam keadaan seperti itu.

    Sedangkan mengenai ayat, ”Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah,” maka beliau mengatakan kehancuran materi (hakiki) dan maknawi. Kehancuran materi seperti tertimpa bencana dalam hartanya sehingga habis, misalya sakit yang parah dan mengharuskan berobat ke sana-sini, atau keluarganya yang sakit, kecurian (dirampok), terbakar dan lain-lain, ini merupakan hukuman dunia. Atau binasa secara maknawi, dalam arti dia memiliki harta yang bertumpuk-tumpuk tetapi seperti orang fakir karena hartanya tidak memberi manfaat apa-apa. Apakah orang seperti ini kita katakan memiliki harta? Tentu tidak, bahkan ia lebih buruk daripada orang fakir, sebab harta bertumpuk-tumpuk yang ada di sisinya, dia simpan untuk ahli warisnya saja. Sementara dia tidak dapat mengambil manfaat darinya sedikit pun. Inilah kebinasaan harta riba secara maknawi. Wallahu a’lam bish shawab. (Abu Abdillah Dzahabi Isnen Azhar)


    Sumber:
    -Majalah as-Sunnah edisi 02/VII/1424/2003 (dengan menyadur)
    -Syarah Riyadhus Shalihin jilid 2, Syaikh Muhammad al-Utsaimin.

    Kredit

    Wednesday, April 9, 2014

    0

    Pemuda Miskin Yang Dipinggir (Kisah Benar)

  • Wednesday, April 9, 2014
  • Rahman Hatim
  • Pada waktu petang, ada seorang lelaki ini, muncul entah dari mana , melihatnya berjalan seperti orang mati , kepalanya menunduk ke bawah , rambut panjang yang menutupi mukanya, mengheret kaki di koridor tempat kerja saya.

    Terdapat pelanggan duduk di sekitar kawasan itu , mereka jelas berasa terganggu. Lelaki ini kelihatan seperti penghisap dadah , atau pesakit mental.

    Semua orang hanya tahu menghalau dia pergi , tetapi tidak mahu mendekatinya. Perkara pertama yang difikirkan apabila saya melihat dia , aku ingin membantu dia.

    Mungkin kalau didekati saya akan dicederakan . Walau bagaimanapun , tanpa banyak memikirkan , saya pergi ke arahnya, meletakkan tangan saya di atas bahu beliau dan bertanya mengapa.

    Saya bertanya apa yang berlaku kepadanya , dari mana kamu datang? , mana keluargamu?. Dia tidak mahu berkata-kata yang pada mulanya, tetapi selepas bertanya lagi , dia berkata seluruh ahli keluarga dia meninggal dunia.

    Saya membawa dia ke belakang restoran , dan segera mendapat beberapa makanan dan minuman untuknya. Saya bertanya dan beliau berkata beliau tidak makan selama beberapa hari .

    Ketika beliau makan nasi dengan kari dan telur goreng , saya boleh bayangkan bagaimana menjadi sukarnya baginya. Bagaimana dia tidak berdaya , dan bagaimana dia merasai apabila semua orang mengusir dia, menolak dia .

    Selepas makan , saya membawanya untuk menggunting rambut, semua kedai gunting menolak dia , bimbang bahawa beliau akan memberi kesan kepada pelanggan mereka. Saya bertanya jika kita boleh membantu anak muda yang miskin pada kadar yang lebih murah, dan model rambut yang mudah untuk dipotong. Saya bersedia untuk membayar 20 untuk gunting rambut , tetapi mereka masih tetapkan 30.

    Jadi kami kembali ke restoran , saya tiba-tiba mengingatkan rakan-rakan Nepal saya yang tidak pergi ke salon, Mereka memotong rambut antara satu sama lain . Alhamdulillah . Saya bertanya kepada mereka untuk membantu. Dan jurujual datang, seorang warga Pakistan . Dia mahu membantu pemuda miskin ini juga, dan ditawarkan untuk memberinya gunting rambut secara percuma. Menakjubkan.

    Selepas memotong rambut tersebut , saya melihat kepadanya, dan memikirkan seorang yang baik dengan melihat riak wajahnya. Kami membawanya ke tandas dan biarkan dia mandi di sana.

    Sejurus kemudian , seorang lelaki daripada salon kami melawat sebelum ini, membawa sepasang kasut untuknya. kasut sesuai denganya.

    Kami berbual-bual seketika. Dia seorang pemuda melayu , dia boleh bercakap Bahasa Inggeris yang baik , dan lancar . Saya fikir , tidak masalah baginya untuk mendapatkan pekerjaan.

    Saya menasihati beliau untuk mencuba dan mendapatkan pekerjaan esok, dan meminta syarikat itu untuk menyediakan penginapan. Buat masa ini , kami memberitahu kepada dia boleh datang setiap hari dan kita boleh berikan dia makanan.Sejurus selepas itu dia pergi meninggalkan saya.

    Saya bersyukur kepada Tuhan bahawa saya telah mengambil langkah pertama untuk mendekati dia. Dan memikirkan kembali pada perjalanan kisah ini, saya amat bersyukur bahawa saya boleh melakukan sesuatu untuk membantu . Dengan tanpa tenaga. Dan jika hidup saya membantu orang setiap hari seperti itu, saya akan berasa gembira, dan mempunyai rasa tujuan yang lebih besar dalam kehidupan . Dan saya tahu jauh di dalam kami dipanggil untuk hidup seperti itu , kita dipanggil untuk menjadi cahaya , untuk memberkati .

    Sungguh mengagumkan , jika itu hidup ditakdirkan. kerana kami dipanggil , untuk mengasihi.


    Tuesday, April 8, 2014

    0

    Contoh Yang Diberikan Oleh Imam Ghazali Rahimullah Mengenai Dunia

  • Tuesday, April 8, 2014
  • Rahman Hatim


  • Tentang seorang lelaki yang berjalan di hutan, ketika dia sedang berjalan, dia terlihat ada seekor singa sedang mengejar dia lalu dia berlari ke perigi kemudian dia melompat ke dalam perigi itu lalu dia yang terjatuh, dia sempat untuk memegang pada tali. dan dia menarik nafas lega dan memandang ke atas dia melihat singa yang masih berlegar di atasnya sambil menunggu dia dan dia melihat ke bawah lalu di bawahnya terdapat seekor ular besar dengan mulutnya terbuka menunggu dia jatuh.

    dia hanya bergantung kepada tali dan dalam masa yang sama dia melihat tikus hitam dan satu tikus putih sedang mengigit tali tersebut. di atas adalah singa, di bawahnya adalah ular dan bergantung pada dia adalah tali...

    kemudian dia melihat terdapat madu di situ lalu meletak jari ke dalam madu tersebut dan dia meletakkan jarinya yang mempunyai madu ke dalam mulutnya. Di sebabkan kemanisan madu itu membuatkan dia lupa singa, ular dan malahan lupa akan dua ekor tikus...

    Imam Ghazali Rahimullah berkata ;

    - Singa itu adalah kematian yang selalu mengejar kamu...

    - Ular itu adalah kubur anda, di mana setiap orang akan jatuh ke dalamya dan jika dia seorang yang baik ia akan mendapat sebuah taman daripada syurga dan jika dia orang jahat ia akan mendapat satu lubang dari 'neraka' Jahannam...

    - Tali merupakan umur hidupnya...

    - Tikus hitam menandakan malam...

    - Tikus putih menandakan hari...

    - Madu adalah dunia yang di mana seseorang itu rasa kemanisan dunia sehinggakan dia lupa kematian, dia lupa kubur, dia lupa hari akan datang dia akan mati dan dia akan berdiri di hadapan pencipta...

    p/s ; mohon di panjang-panjangkan agar ia dapat memberi kesan kepada diri kita yang selalu alpa oleh dek kemanisan dunia.


    Monday, April 7, 2014

    0

    ROH YANG KEMBALI DI BULAN RAMADHAN

  • Monday, April 7, 2014
  • Rahman Hatim


  • Apabila tiba bulan Ramadhan, semua roh berkumpul di Luh Mahfuz memohon kepada Allah S.W.T untuk kembali ke bumi.

    Ada roh yang dibenarkan pulang ke bumi dan ada yang tidak dibenarkan.

    Roh yang dibenarkan pulang adalah kerana amalan baik mereka semasa hayat mereka ataupun ada penjamin-penjamin yang mendoakan mereka.

    Manakala roh-roh yang tidak dibenarkan pulang disebabkan kesalahan mereka semasa hayat mereka akan terus di penjara di Luh Mahfuz.

    Apabila roh dibenarkan pulang, perkara pertama yang mereka lakukan adalah pergi ke tanah perkuburan untuk melihat jasad mereka.

    Kemudian mereka akan pergi ke rumah anak2 mereka, orang yang mendapat harta pusaka mereka dan ke rumah orang yang mendoakan mereka dengan harapan orang yang mereka lawati itu memberi hadiah untuk bekalan mereka.

    Perkara ini akan berlarutan sehinggala tibanya Hari Raya Aidilfitri.

    Pada saat ini mereka akan mengucapkan selamat tinggal kepada jasad dan pulang semula ke Luh Mahfuz dengan bekalan yang diberikan oleh mereka2 yang masih hidup.

    Di sini diberitahu hikmah adanya alam kubur.

    Alam kubur membuktikan bahawa Allah itu Maha Penyayang.

    Orang yang melakukan kesalahan semasa hayatnya boleh dibantu dengan doa orang2 yang masih hidup.

    Alangkah bahagianya jika seseorang yang telah meninggal dunia masih mendapat bekalan dari orang-orang yang masih hidup.

    Oleh itu wahai sahabatku, jangan biarkan orang-orang yang kita sayang, yang mengadap Allah terlebih dulu daripada kita sepi tanpa doa dan sedekah daripada kita.

    Sesungguhnya apabila mati seseorang anak adam itu, terputus ia semua hal kecuali 3 perkara iaitu doa anak2 yang soleh, ilmu yang bermanfaat dan sedekah amal jariah.

    Sebarkan hal ini kepada seberapa ramai orang terdekat anda, dan mintalah mereka untuk melakukan hal yang sama.

    Yang jelas jika anda tidak meneruskan hal ini, maka anda telah melepaskan kesempatan untuk saling menasihati dalam kebenaran dan beramal soleh.

    Jika anda melakukan dengan ikhlas insya Allah anda akan mendapat ganjaran pahala kebaikan.

    Wednesday, April 2, 2014

    0

    Lelaki Berusia 137 Tahun Hanya Bangun Untuk Solat

  • Wednesday, April 2, 2014
  • Rahman Hatim


  • Seorang lelaki yang berusia 132 tahun (ada yg mengatakan 137 tahun) di Arab Saudi didapati menghabiskan masanya dengan tidur tetapi dia akan tersedar setiap kali tiba waktu solat, lapor sebuah akhbar tempatan.

    Warga emas itu akan bangkit daripada tidur dengan dibantu anak lelakinya untuk menunaikan solat setiap kali bunyi azan kedengaran.

    Aksi lelaki itu dirakamkan dalam satu klip video pendek dan dimuat naik di laman perkongsian video YouTube.

    Dalam rakaman tersebut, lelaki itu dilihat sedang tidur nyenyak apabila anak lelakinya meletakkan tangan di kepala bapanya dan menyatakan waktu solat telah tiba.

    Lelaki tua dan uzur itu yang pada mulanya sukar bergerak menjawab 'azan' dalam nada rendah (lemah) dengan air matanya mula menitis.

    "Keadaan ayah saya ini sepatutnya menjadi satu pengajaran kepada kita semua," kata anaknya. Namun, akhbar berkenaan tidak mendedahkan lokasi kediaman lelaki tersebut.


    Sunday, March 30, 2014

    0

    DAJJAL: Perhatikan Sekeliling Kita

  • Sunday, March 30, 2014
  • Rahman Hatim

  • DAJJAL
    Perhatikan sekeliling kita...
    adakah ianya semakin hampir.. ?

    Rasulullah saw bersabda:
    “Sesungguhnya sebelum keluarnya Dajjal adalah tempoh waktu tiga tahun yang sangat sulit, dimana pada waktu itu manusia akan ditimpa oleh kelaparan yang sangat. Allah memerintahkan kepada langit pada tahun pertama darinya untuk menahan 1/3 dari hujannya dan memerintahkan kepada bumi untuk menahan 1/3 dari tanamannya. Kemudian Allah memerintahkan kepada langit pada tahun kedua darinya agar menahan 2/3 dari hujannya dan memerintahkan bumi untuk menahan 2/3 dari tanam tanamannya. Kemudian pada tahun ketiga darinya Allah memerintahkan kepada langit untuk menahan semua air hujannya, lalu ia tidak menitiskan setitik airpun dan memerintahkan bumi agar menahan seluruh tanamannya, maka setelah itu tidak tumbuh satu tanaman hijau dan semua binatang berkaku akan mati kecuali yang tidak dikehendaki Allah. Para sahabat bertanya, ”Dengan apa manusia akan hidup pada saat itu ?” Beliau Shallallahu alaihi wa sallam menjawab, ”Tahlil, takbir dan tahmid akan sama artinya bagi mereka dengan makanan.
    HR. Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah dan Al Hakim, shahih. Lihat Ash- Shahihah no.2457

    Fizikal Dajjal

    Rasulullah saw bersabda:
    ‘Sesungguhnya Al-Masih Ad-Dajjal seorang laki-laki pendek, berkaki bengkok, keriting rambutnya, buta sebelah matanya, dan matanya kabur tidak menonjol dan tidak juga cekung, jika ia memperdayai kalian maka ketahuilah bahwa Tuhan kalian tidaklah buta sebelah’ [Shahih. HR. Ahmad 23144, Abu Dawud 4320]


    Kedatangan Dajjal

    Jika kita mentelaah dan menteliti senario kedatangan Dajjal berikut beberapa fakta
    utama yang penting di ambil fikir :

    1. Kesemua 124,000 Nabi-nabi mengkhabarkan perihal fitnah Dajjal.
        Ini menunjukkan fenomena fitnah Dajjal tersangat penting dan besar.

    2. Implikasi sesiapa yang mentaati Dajjal akan jatuh KAFIR.
        Implikasi sesiapa yang walaupun pura2 mentaati Dajjal akan jatuh MUNAFIK.
        Tiada kompromi, Dajal WAJIB diengkari. Walaupun nyawa terkorban sebagaimana
        Bilal sanggup mati namun tinggalkan agama dan buangkan iman tidak sama sekali.

    3. Golongan yang mula-mula akan terpengaruh dengan fitnah Dajjal ialah  kaum wanita.

    4. Dajjal TIDAK ADA KUASA tetapi diberikan kuasa oleh Allah untuk
        menguji iman orang Islam semata-mata.

        Segala kelebihan Dajal itu sebenarnya kebolehan sihir yang dikurniakan oleh Allah
        kepada Dajjal. Dajjal hanyalah makhluk. Makhluk TIADA daya upaya.

        Sihir David Blaine, Chris Angel, David Copperfield dan Penn & Teller
        yang biasa kita tonton di Youtube sudah kira hebat. Namun sihir Dajjal jauh lebih hebat.
        Antara sihir Dajal yang mencabar keimanan orang Islam ialah:

        1. Menghidupkan ibu ayah yang telah mati
           ( sebenarnya sihir jenis ini adalah tipudaya yang dibantu oleh syaitan)
        2. Dari bumi Dajal akan keluarkan emas kepada orang yang mengaku Dajal itu Tuhan.
        3. Binatang ternak jadi gemuk secara otomatik kepada yang mengaku Dajjal itu Tuhan.
        4. Tanaman menjadi subur secara otomatik pada yang mengaku Dajal itu Tuhan.
        5. Dari langit keluar hujan pada yang mengaku Dajal itu Tuhan.
        6. Mereka yang enggan mengaku bahawa Dajal itu Tuhan sebaliknya akan secara otomatik
            kehilangan makanan, minuman dan jatuh miskin. Susah.Kebulur. Menderita!

        Bukankah ini ujian & fitnah yang amat dahsyat?
        Hanya mereka kuat iman dan yakin akan mampu menghadapi ujin ini.
        Mereka yakin Allah yang beri rezeki BUKANnya Dajal !


        Rasulullah saw telah mengajar beberapa amalan untuk kita terpelihara
        dari fitnah yang membuatkan orang Islam terjerumus samada menjadi kafir atau
        munafik. Kalau kita tidak ambil endah dan tidak beramal, kitalah yang
        menganiaya diri kita sendiri.

        Belajarlah amalan2 tersebut sebelum terlambat. Ya sebelum terlambat.
        Ajarlah anak isteri kita. Ingatkan sahabat handai kita.

        Antara yang di ajar oleh Rasulullah saw:

        1. Membaca surah Al-Kahfi pada malam atau hari Jumaat.
        2. Menghafal 10 ayat pertama surah Al Kahfi.
        3. Dalam riwayat lain hafal 10 ayat terakhir surah Al-Kahfi.
        4. Puasa 3 hari bulan Rejab juga fadhilatnya menjauhkan fitnah Dajjal.
        5. Jaga solat 5 waktu jangan tinggal dan SEBELUM beri salam
            baca doa jauhkan fitnah Dajjal seperti berikut:

     " Allahumma inni
                   a 'uzubika min azabi jahannam
             wa a'uzubika min azbil qobri
             wa a'uzibika min fitnati dajjal
             wa a 'u zubika min fitnati mahya wal mamat"
    Atau
     Buatlah amalan tersebut dari sekarang, sebelum terlambat !


    Free Auto Malaysia Backlinks My Ping in TotalPing.com