Wednesday, October 3, 2012

0

Adolf Hitler Peluk Islam dan Mati di Indonesia

  • Wednesday, October 3, 2012
  • Rahman Hatim
  • Share

  • Ini informasi menarik tentang misteri kematian Hitler ditulis oleh Soeryo Goeritno, penulis buku tentang kematian Hitler. Dulu, saya pernah membaca kisahnya tentang kematiannya di Indonesia, tapi kurang begitu perhatian. Membaca kisah ini sangat meyakinkan bahwa Adolf Hitler, seorang pemerintah Nazi Jerman yang membunuh 6.000.000 orang Yahudi dengan gas beracun dalam sebuah ruang pengap itu, matinya di Sumbawa, Indonesia. Yang menarik lagi, Hitler masuk Islam dan menukar namanya menjadi Abdul Kohar setelah berkenalan dengan Sulaesih, gadis Sumbawa yang kemudian dinikahinya tahun 1965. Misteri seorang pemerintah lagenda itu terjawab sudah.



    Dari sekian banyak informasi yang ada tentang kematian Hitler, tidak ada satupun yang dapat menyebutkan secara pasti apa penyebab kematian seorang pemerintah Nazi ini.

    Di manakah sebenarnya akhir dari petualangan Hitler itu? Benarkah Hitler bersama istrinya Eva Braun bunuh diri setelah minum racun sianida?

    Lantas bagaimanakah hasil kajian pihak Amerika ketika tengkorak Hitler dipamerkan pada tahun 2000 lalu, yang ternyata adalah tengkorak wanita? Dimanakah sebenarnya keberadaan Hitler setelah jatuhnya Berlin di tangan sekutu?

    Beberapa Versi Tentang Kematiannya

    Versi yang paling popular menyebutkan bahwa Hitler mati bunuh diri dengan cara menembak dirinya sendiri dan minum racun sianida pada 30 April 1945, saat Jerman diduduki oleh Uni Soviet.

    Meski sejumlah ahli sejarah ragu Hitler menembak dirinya, dan menduga hal itu hanyalah propaganda Nazi untuk menjadikan Hitler sebagai pahlawan.

    Namun, lubang pada potongan tengkorak itu tampak menguatkan argumen tersebut ketika tengkorak itu dipamerkan di Moskow tahun 2000. Bagaimana dan bila Hitler meninggal sekarang ini masih diselimuti misteri.

    Dapat dijumpai penjelasan tentang penyebab dan bila Hitler mati dari beberapa versi. Ada kematian versi Jerman, versi Rusia, dan versi para peneliti atau ilmuwan.

    Versi Jerman, seperti yang diceritakan oleh Flegel, salah satu perawat Hitler dan petinggi Nazi lainnya ketika di dalam bunker.

    Versi Rusia, yang dinyatakan oleh seorang pejabat tinggi dinas rahsia Rusia, KGB, yang mengatakan, bahawa Adolf Hitler mengakhiri hidupnya tidak dengan menembak dirinya sendiri, tetapi dengan meminum racun sianida.

    Seperti yang dinyatakan oleh Letnan Jenderal Vasily Khristoforov, staf arsip untuk dinas keamanan FSB Rusia, “Paramedia militer Uni Soviet kala itu telah memastikan bahwa Hitler dan Eva Braun mati setelah minim racun sianida pada 30 April 1945.”

    Versi para ilmuwan, terakhir adalah menurut pendapat umum dalam hal ini diwakili oleh para ilmuwan. Sudah lama sebenarnya para ilmuwan dan ahli sejarah menyatakan bahwa potongan tengkorak yang telah diambil dari luar bunker Hitler oleh tentara Rusia dan selama ini disimpan intelijen Soviet itu akan menjadi bukti yang meyakinkan bahwa menembak dirinya hingga tewas setelah minum pil sianida pada 30 April 1945.



    Akhirnya dilakukan analisis DNA terhadap potongan tengkorak itu oleh peneliti Amerika, dan mereka menyatakan, “kami tahu tengkorak itu berhubungan dengan seorang perempuan berusia antara 20 dan 40 tahun,” kata ahli arkelogi Nick Bellantoni dari Universitas Connecticut, AS, diambil dari Dailymail.

    “Tulang itu kelihatan sangat nipis, tulang tengkorak laki-laki cenderung lebih kuat. Dan persambungan di mana lempengan tengkorak itu menyatu nampak berhubungan dengan seseorang yang berusia kurang dari 40 tahun. Hitler pada April 1945 berusia 56 tahun.“

    Dengan adanya hasil ujian DNA tersebut, bererti sejarah kematian Hitler menjadi sebuah misteri kembali, dan para ahli teori konspirasi harus memikirkan kembali kemungkinan lain tentang kematian Hitler, seperti Hitler tidak mati dalam bunker.

     Sekilas Tentang Adolf Hitler

    Mengenai masa kecil, masa remaja, sampai dengan ketika menjadi seorang pemerintah, Hitler kecil adalah seorang anak yang ditolak, ayahnya sangat membencinya dan menganggap perilakunya yang “antisosial” sebagai sebuah kutukan.

    Ayahnya seorang yang keras dalam mendidik anak, sedang ibunya (Klara) sangat baik kepadanya. Masa kecil yang diliputi dengan kebencian dari ayahnya inilah yang memberikan pengajaran dalam pembentukan mental dan kejiwaan Hitler saat dewasa.

    Ketika hidupnya kucar-kacir, Perang Dunia 1 pun bermula. Tanpa ragu-ragu Hitler mendaftar menjadi tentara dengan pangkat Koperal, bertugas di medan perang di barisan paling depan. Kecewa dengan kekalahan Jerman di Perang Dunia 1, dan melihat negara dan rakyatnya yang sengsara dan kelaparan, Hitler pun masuk menjadi Anggota Partai Buruh yang kemudian menjadi NSDAP (National Socialistische Deutsche Arbeiter Partei).


    Surat Izin Masuk dr Poch

    Tahun 1920, Hitler menjadi Ketua Bahagian Propaganda, disinilah terlihat bakat Hitler di bidang pidato.

    Satu tahun kemudian, 1921, akhirnya Hitler menjadi ketua partai.

    Akhirnya pada tahun 1962 Hitler mendapatkan hak kekuasaan mutlak dari partainya.

    Dan Hitler adalah seorang pandai berpidato ”singa podium”, ahli pidato yang mampu menghipnotis masa pendengarnya.

    Hitler adalah politikus handal dan berhasil membangun pencitraan yang berjaya melalui propaganda. Ia berhasil membangun idea atau fikiran menjadi sebuah kekuatan dahsyat yang berhasil melalui propaganda.

    Ia berhasil membangun idea menjadi sebuah kekuatan dahsyat yang ditakuti. Ia juga berhasil membangun idea sebagai fuhrer atau pemimpin yang dapat dipercaya rakyatnya, membawa bangsanya ke puncak kejayaan.

    Bukti-Bukti Hitler di Indonesia

    Bagaimana caranya Hitler sampai ke Indonesia? Bagaimana dia bekerja menjadi seorang doktor di Hospital Umum Sumbawa Besar? dan sehingga dengan pertemuan Hitler dengan seorang wanita sunda yang akhirnya menjadi isterinya?

    Juga tentang kesaksian dr Sosro Husodo saat bertemu dengan Hitler ketika di Sumbawa Besar. Dan semuanya dilengkapi dengan dokumen-dokumen lengkap serta foto-foto yang disedia.



    Hitler yang terkenal,sangat bengis di abad ke 20, hitler bersembunyi di Indonesia sejak tahun 1954 sehingga tahun 1970, yang kemudian diketahui oleh Sekutu (AS, Uni Sovyet, Inggris dan Prancis) yang selanjutnya diusut oleh Pemerintah Israel yang terus-menerus mengejar para tokoh Nazi.

    Pada tahun 1954 Adolf Hitler masuk ke Indonesia dengan menggunakan nama palsu, dr Poch. Pada awalnya dr Poch tinggal di Dompu lalu pindah ke Bima, selanjutnya pindah ke Kabupaten Sumbawa Besar, kemudian bekerja menjadi doktor di Hospital Umum Kabupaten Sumbawa Besar. Seluruh penduduk pulau Sumbawa kenal dengan doktor ini, yang di panggil dengan gelaran “doktor Jerman”.

    Salah satu peninggalan Adolf Hitler meninggal pada tanggal 15 Januari 1970 di Surabaya, iaitu buku catatan kecil berwarna coklat ukuran 9×16 cm dengan tebal 44 cm.

    Di dalam buku itu tertulis puluhan alamat sekutu-skutunya dan rakan sekerja Hitler yang sama, seperti yang ada di sejarah Eropah. Begitu pula tulisan tangan yang dibuatnya dibuku-buku tersebut sangat benar dan mirip dengan tulisan tangan Hitler.

    Buku ini mempunyai erti yang sangat besar, kerana merupakan salah satu bukti yang boleh dipercayai yang menyatakan bahwa “dr Poch” adalah dewa-Nazi, Adolf Hitler.

    Surat Izin Mengemudi dr Poch saat tinggal di Sumbawa Besar















    Kemudian Hitler bertemu dengan seorang gadis bernama Sulaesih yang sedang menggembara ke Sumbawa Besar, yang akhirnya dilamar oleh Hitler.

    Tidak lama setelah dr Poch melamar Sulaesih, beliau memeluk agama Islam pada tahun 1964, yang disaksikan oleh Ketua Jabatan Agama di Sumbawa, (tapi sayang Sulaesih lupa namanya) dan mengganti namanya menjadi Abdul Kohar. Pada tahun 1965 Hitler pun menikahinya.

    Aries Zulkarnaen, salah satu saksi keberadaan dr Poch pada tahun 2010 lalu mengatakan doktor itu mempunya dua keperibadian yang bertolak belakang, pemarah namun sering bergurau senda dengan warga.

    “Dia pemarah, banyak memberi penerangan tentang ubat dengan mulut [menyebutkan nama ubat], tapi kalau ada yang tanya lagi, dia beritahu, kan saya sudah jelaskan tadi,” kata Aries.

    Poch juga akan marah jika pesakitnya menyebut penyakit yang mereka derita. “Apa kamu doktor?,” kata Aries, menirukan gertakan yang sering diucapkan Poch.



                                        Adolf Hitler (kanan) saat berusia 75 thn di Sumbawa Besar



    Ditambahkan Aries, Poch yang dia kenal juga berperikemanusian. “Tidak takut gurauan kasar dengan masyarakat,” kata dia. Yang paling menonjol dari Poch, ungkap Aries, adalah caranya memandu kenderaan Jeepnya.

    “Jalan-jalan di Sumbawa dulu belum bagus, tapi dia memandu dengan satu jari. Luar biasa,” kata Aries.  “Itu tanda-tanda dia bekas tentera,” tambah Aries.



    Adolf Hitler saat berusia 78 thn, dengan keadaan tubuhnya yang agak bongkok

    ______________

    Meskipun tak pernah menyangka bahwa Poch adalah Hitler, Aries mengaku masyarakat memperkirakan dia bekas tentera Nazi.

    “Dia sangat bertenaga, kelihatan sekali tenteranya. Penduduk ketika itu sudah mengira dia bekas tentera NAZI,” jelas dia.

    Sebelumnya, di Harian Pikiran Rakyat pada tahun 1983 terdapat sebuah artikel tentang Hitler. Penulisnya bernama dr Sosrohusodo, doktor lulusan Universiti Indonesia yang pernah bertugas di kapal yang dijadikan hospital bernama ‘Hope’ di Sumbawa Besar.

    Dr Sosrohusodo menceritakan pengalamannya bertemu dengan doktor tua asal Jerman bernama Poch di Pulau Sumbawa Besar tahun 1960. Poch adalah pimpinan sebuah rumah sakit terbesar di pulau tersebut. Orang itu diduga Hitler.

    Bukti-bukti yang diajukan Sosrohusodo, adalah bahwa doktor tersebut tak mampu berjalan dengan normal. Dia selalu menyeret kaki kirinya ketika berjalan.



    Foto ketika Dr Poch menikah dengan Sulaesih

    _______________

    Kemudian tangannya, kata Sosrohusodo, tangan kiri doktor Jerman itu selalu bergetar. Dia juga punya kumis vertikal mirip Charlie Chaplin, dan kepalanya tidak berambut.

    Keadaan ini seperti dengan gambaran Hilter ketika ianya tua, yang ditemukan di sebuah buku biografi Fuhrer.Ketika bertemu dengannya di tahun 1960, orang yang dikata Hitler itu berusia 71 tahun.

    Menurut Sosrohusodo, doktor asal Jerman yang dia temui sangat misteri. Dia tidak punya lesen untuk jadi doktor, bahkan dia sama sekali tak tidak mempunyai keahlian tentang kesihatan.

    Surat Perkawinan Lain dr Poch dan Sulaesih dari Catatan Rakyat.

    _____________

    Sosro mengaku pernah memeriksa tangan kiri Poch yang selalu bergetar. Ketika ia bertanya bila gejala ini mulai terjadi, Poch lalu bertanya pada istrinya yang lalu menjawab, “ini terjadi ketika Jerman kalah di pertempuran dekat Moscow. Ketika itu Goebbels mengatakan padanya ia pernah memukul meja berkali-kali.”

    Goebbels yang disebut istri Poch diduga adalah Joseph Goebbe, menteri propaganda Jerman yang dikenal setia dengan Hilter.

    Kata Sosro, istri Poch, iaitu Eva Braun, beberapa kali memanggil suaminya ‘Dolf’, yang dikatakan nama panggilan pendeknya dari Adolf Hitler.

    Hitler Mati di Indonesia

    Pengakuan Hitler kepada istrinya yang berasal dari Indonesia, Sulaesih, bahawa dia adalah memang Hitler yang sebenarnya, Der Fuhrer. Apa saja kegiatan Hitler sebelum dia meninggal?.

    Terdapat pernyataan Stanlin, bahwa yang kalah di dalam bunker di Jerman bukanlah Hitler asli. Dan dibagian akhir ini menceritakan bagaimana akhirnya seorang pemerintah itu meninggal di Indonesia.

    Selama ini kematian Hitler memang sangat misteri, kerana tidak ada saksi yang dapat menunjukkan dimana mayat Hitler ataupun mayat Eva Braun, istri terakhirnya ketika dia berada di Eropah.

    Di pertemuan untuk berunding Postdam tahun 1945, Stanlin menyatakan bahawa mayat Hitler dan Eva Braun tidak ditemukan. Stanlin menduga, dewa Nazi ini melepaskan diri dan lari ke Spanyol atau Amerika Latin.

    Dan tak berapa lama ada khabar yang mengatakan Hitler melarikan diri menggunakan kapal selam ke sebuah pulau. Tapi tidak ada yang tahu pulau apa dan dimana.

    Dunia antarabangsa sama sekali tidak menyedarinya bahawa seorang pemimpin Nazi yang sangat kejam itu bersembunyi dengan aman di Sumbawa Besar, sehingga ia meninggal di Surabaya dan dimakamkan di pemakaman umum muslim di Ngagel.

    Penutup

    Kematian Pemerintah Jerman, Adolf Hitler yang diyakini kalah dalam petempuran bunuh diri di sebuah bunker, pada tanggal 30 April 1945 di Berlin, tetap masih dipertanyakan dan menjadi misteri.



    Siapa yang menyaksikan peristiwa di bunker saat Hitler bunuh diri? Tidak ada, sumber cerita tersebut hanya dari mulut ke mulut. Dan pada saat itu, walaupun tidak ada saksi dan bukti yang jelas, pihak sekutu tetap mengumumkan secara rasmi bahwa Hitler dan istri, Eva Braun telah meninggal.

    Bukan tidak mungkin Hitler mati di Indonesia. Kerana Indonesia dianggap tempat yang aman, bagi Hitler. Silakan siapa pun untuk menemukan jawaban yang sesungguhnya. (Ir KGPH Soeryo Goeritno, Msc.,Penulis Buku)

    ..................................

    (Foto-foto diatas sengaja ditandakan untuk menghargai hak cipta)

    Judul Buku : Hitler Mati di Indonesia
    Katagori : Umum / Tokoh / Sejarah
    Ukuran : 14 X 21 cm
    Penulis : Ir. KGPH Soeryo Goeritno, Msc
    ISBN : 978-602-97263-0-5
    Isi Buku : vi + 122 halaman
    Penerbit : Titik media Publisher



    Buku ini akan menjawab beberapa pertanyaan yang belum terjawab, spt: Mengapa Hitler lari ke Indonesia? Mengapa Hitler akhirnya menjadi Muslim? Apa hubungan Hitler, Indonesia dan Yahudi? Apa saja yg dilakukan Hitler di Indonesia? Bagaimana hubungan Hitler dengan Sukarno? Dimana kubur Hitler di Indonesia? Bagaimana Hitler boleh berada di Indonesia? Apa kata Jerman, Rusia, Inggris dan Israel? Siapa saja yg mengetahui Hitler di Indonesia? Bagaimana Hitler menyembunyikan identitinya?

    ” Buku yang akan menggemparkan dunia” (H.Oetoyo Oesman, SH- Mantan Menteri Kehakiman).

    ” Merinding saya membacanya” (Drs. J.B Soedarmanto Kadarisman- Mantan Dubes RI untuk Argentina dan Belanda).




    Do you like this story?

        
        

    Post a Comment

    Free Auto Malaysia Backlinks My Ping in TotalPing.com