Saturday, November 23, 2013

0

3 Tahap Tiupan Sangkakala Di “Hari Kiamat”

  • Saturday, November 23, 2013
  • Rahman Hatim
  • Gambar : Dakwah bilkhat

    Saksikan Video Ini Dahulu :


    Allah akan memerintahkan malaikat Israfil untuk meniup ‘Shur’ (terompet sangkakala) sebanyak tiga kali tiupan bila waktu kehancuran dunia dan alam semesta (kiamat) telah tiba.

    Penjelasan tentang 3 tiupan itu adalah sebagai berikut:

    1).Tiupan Pertama, Tiupan Guncangan

    Perkara pertama yang mengetuk pendengaran
    penduduk dunia setelah datangnya tanda-
    tanda Kiamat kubro adalah nafkhatul faza’ (tiupan kekagetan) yang mengalir dari tiupan sangkakala. Tidak seorang pun mendengarnya kecuali mengangkat lehernya
    untuk mendengar perkara besar ini. Inilah makna firman-Nya Taala, “Apabila ditiup sangkakala, maka waktu itu adalah waktu
    (datangnya) hari yang sulit, bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah.” (QS. Al-Muddatstsir: 8-10).

    Allah berfirman:
    “Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang dilangit dan di bumi, kecuali siapa-siapa dikehendaki Allah.
    Dan mereka semua akan datang menghadapnya dengan merendahkan diri.”
    (An Naml: 87)

    Tiupan yang pertama ini adalah panjang dan menyebabkan keguncangan dan kepanikan semua yang berada di langit dan di bumi, kecuali orang-orang yang dikehendaki oleh Allah, yaitu para Nabi dan para syahid. Tiupan ini akan menggetarkan dan membuat panik semua yang hidup, sedangkan para Rasul dan Syahid adalah hidup disisi Tuhan mereka, maka Tuhanpun melindungi mereka dari guncangan tiupan ini.

    Tiupan ini akan mengguncangkan bumi seguncang-guncangnya, mendatarkan gunung
    dengan bumi selumat-lumatnya, meletuskan gunung-gunung dengan sangat sehingga menjadi debu yang bertebaran, membuat laut-laut saling beradu dan mengeluarkan api yang menyala, langit akan pecah secara luar biasa dan hilanglah hukum graviti yang biasa kita kenal, bintang-bintang berjatuhan, planet-
    planet saling bertubrukan, bersatulah matahari dengan bulan dan hilanglah cahaya benda tersebut, setelah itu keadaan alam semesta kembali seperti sebelum Allah menciptakannya yaitu hanya berupa kabut dan gas (asap).

    Allah berfirman:
    ”Hai manusia, bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya guncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang amat besar (dahsyat). (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat keguncangan ini; lalai lah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusukannya dan gugurlah semua kandungan seluruh wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal mereka semua tidak mabuk, akan tetapi adzab Allah itu sangat kerasnya.” (Al Hajj: 1-2)

    2). Tiupan Kedua, Tiupan Kejutan (Pingsan) dan
    Kematian

    Malaikat Israfil akan diperintahkan oleh Allah untuk meniupkan ‘Shur’ (terompet sangkakala)
    sebanyak tiga kali tiupan bila kiamat telah tiba. Setelah tiupan pertama, Allah memerintahakan ‘Shur’ pada kali yang kedua.

    Pada tiupan kedua ini, maka terkejutlah (pengsan) dan matilah semua makhluk yang berada di langit dan di bumi (termasuk para nabi dan syahid) kecuali mereka-mereka yang dikehendaki oleh Allah, yaitu: Jibril, Mikail, Israfil, Izrail dan empat malaikat pembawa Arsy. Malaikat para pembawa ‘Arsy adalah
    berjumlah empat malaikat, maka apabila telah berdiri hari kiamat bergabunglah mereka kepada empat malaikat yang lain.

    Allah berfirman:
    “Dan ditiuplah sangkakala maka matilah siapa yang ada di langit dan di bumi kecuali siapa-siapa yang dikehendaki oleh Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (keputusannya masing-masing).”(Az Zumar: 68)

    Kemudian Allah memerintahkan malaikat maut untuk mencabut nyawa Jibril, Mikail, Israfil dan para malaikat pembawa Arsy yang empat,maka tidak ada yang tersisa kecuali Allah dan malaikat maut.

    Kemudian Allah berkata kepada malaikat maut:

    “Wahai malaikat maut, kamu adalah salah satu
    dari makhluk-makhluk Ku, maka sekarang matilah kamu”, dengan demikian matilah malaikat maut dan tidak ada yang tersisa kecuali Allah Yang Maha Perkasa, Yang Hidup,
    Yang tidak pernah mati, Yang Awal Yang tidak ada sebelumnya sesuatu apa pun, Yang Akhir Yang tidak ada sesudahnya sesuatu apapun.

    Kemudian Allah berkata:
    “Akulah raja, Akulah
    Penguasa, Dimanakah raja-raja bumi? Dimakah para penguasa? Dimanakah orang-orang yang sombong? Dan untuk siapakah kekuasaan pada hari ini? Maka Dzat menjawab dengan berkata: “Bagi Allah yang Maha Esa
    lagi Perkasa.”

    Keadaan alam semesta akan tetap seperti diatas selama 40 hari sebagaimana yang diterangkan oleh hadis shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim dari Abi Hurairah:

    “Antara dua tiupan adalah 40”, orang-orang bertanya: “40 harikah wahai Abu Hurairah?”, ia menjawab: “Saya tidak tahu dan saya enggan untuk menjawab”, mereka bertanya lagi: “40 tahunkah?”, Abu Hurairah menjawab: “Saya tidak tahu dan saya enggan untuk menjawab”,mereka bertanya lagi: “40 bulankah?”, Ia menjawab: “Saya tidak tahu dan saya enggan untuk menjawab.”

    Kemudian setelah itu Allah menurunkan hujan dari langit seperti gerimis atau bayangan (naungan), yang mana dengannya tumbuhlah semua jasad makhluk dan sesungguhnya semua manusia akan hancur kembali kecuali
    “ekor yang terakhir” (tulang yang ada dipunggung paling bawah), darinyalah tumbuh tubuh atau jasad dan tersusun kembali.

    Setelah sempurna penciptaan tersebut
    kemudian Allah menghidupkan Israfil sebagai makhluk yang dihidupkan, kemudian memerintahkan untuk berseru dengan mengatakan: “wahai tulang-tulang yang hancur, sendi-sendi yang terputus, bagian-bagian yang terpisah dan rambut-rambut yang tercabik sesungguhnya Allah memerintahkan kamu untuk bersatu kembali untuk keputusan keadilan..”

    (Lihat bab: Hasyiyat Asshary terhadap Tafsir
    Jalalain, 3:328 pada ayat 53, surat Yasin, yaitu
    yang berarti: “Sesungguhnya ia hanyalah
    sekali tiupan saja, maka tiba-tiba mereka sudah dihadirkan di hadapan kami)

    3). Tiupan Ketiga, Tiupan Kebangkitan

    Pada ‘Shur’ (terompet sangkakala) terdapat
    lobang-lobang yang banyak sesuai dengan jumlah roh atau nyawa semua makhluk, maka Israfil pun meniupnya dan terbanglah semua roh ke jasadnya masing-masing. Arwah kaum Mukminin akan terbang dengan memancarkan nur (cahaya) sedangkan arwah kaum kafir akan menimbulkan kegelapan, kemudian Allah berkata: “Demi kebesaran dan keperkasaanku semua roh harus benar-benar kembali kepada
    jasadnya yang dulunya ia huni di dunia”.

    Dengan demikian bersemayamlah setiap roh di jasadnya dan setiapnya akan bangun dari kuburnya masing-masing sedangkan kepalanya masih bergelimang tanah, dan berkatalah orang-orang kafir:

    “Inilah adalah hari yang sulit”, sedangkan orang-orang Mu’min berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dari kami”.

    Seorang ulama Yahudi datang kepada Nabi dan berkata:

    “Hai Muhammad atau hai Abul Qasim! Pada hari kiamat, Allah menggenggam langit dengan satu jari tangan, bumi dengan satu jari, gunung dan pepohonan dengan satu jari, air dan tanah dengan satu jari, begitu pula semua makhluk yang lain dengan satu jari. Kemudian Dia menggoyangkan mereka semua sambil berfirman: ‘Akulah Raja, Akulah Raja!’” Rasulullah tertawa kagum mendengar perkataan orang alim itu. Beliau membenarkan keterangan orang itu, kemudian membacakan ayat:

    “Dan mereka tidak
    mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya, padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya.
    Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.” (Shahih Muslim No. 4992).

    SubhanAllah...


    Friday, November 22, 2013

    0

    Ku Sangka Orang Gila

  • Friday, November 22, 2013
  • Rahman Hatim
  • Pagi tadi lebih kurang pukul 10.30 aku singgah sarapan di bazar batu buruk sementara menunggu interview di steten minyak kerana sudah tiada kerja di Terengganu yang menggunakan Ijazah aku ini. Sewaktu makan, mata ni terpandang seorang pakcik yang "lusuh " karekternya.. Bau busuk, baju koyak, pakai kain pelikat singkat, tak beralas kaki, tapi berkopiah.

    Duduk bersandar di tiang bazar dekat dengan kerusi aku. Terdetik dalam hati, apa pakcik ni kelaparan. Orang gila pun lapar, masih tetap manusia. Aku pesan satu lagi nasi minyak. Pesanan aku sampai ke meja. Terus aku beri pada pakcik tadi. Tuan kedai terkejut dan mengangkat tangan melambai seolah2 memanggilku. Aku pun balas tunggu skejap.

    Pakcik tadi tenung aku sambil berkata "pakcik dah makan nak.. terima kasih nak.." Dalam hati terdetik sungguh indah bahasa pakcik yang ku sangka gila tadi. Aku bangun dengan kecewa kerana pesanan aku tidak dijamah oleh pakcik. Lalu aku pergi kepada tuan kedai yang memanggil ku tadi.

    Ada apa pakcik? Pakcik kedai balas: Jangan bagi dan suruh dia makan kat sini, nanti customer pakcik lari. Aku tersentap. Dan spontan aku membalas. "Jika orang ini ayah kandung pakcik, pakcik halau tak dia?" Pakcik tu diam. Takpe pakcik, saya akan bayar ansuran kalo pakcik rugi hari ni. Saya nak tanya, betul ke pakcik td tu sudah makan? Pakcik kedai jawab, tidak. Dari mula pakcik buka kedai pukul 6.30 tadi pakcik kopiah tu duduk kat tiang tu.

    Dalam hati kecil ni cakap, tak pernah aku jumpa pakcik gila semulia ini. Tidak mengemis, tidak pula meminta. Aku pegi semula pada pakcik kopiah tu. "Pakcik, saya sunyi makan sorang2, pakcik teman saya makan jom." Pakcik tu akur dengan pelawaan aku kerana kesungguhan aku. Ramai yang beralih meja kerana bau pakcik tu, namun kerana ingin menjaga hati orang tua yang aku tak kenal, aku tahan bau itu.

    Lega tengok pakcik tu makan dengan sangat sopan. Aku lontarkan beberapa soalan pada pakcik tu. Pakcik dari mana, tinggal dimana? Pakcik tu jawab. Pakcik merantau cari redha Allah. Aku terkejut. Dalam hati aku dah syak bukan2. Kot2 wali ke ni? Mana keluarga pakcik?
    Pakcik dibuang oleh keluarga pakcik kerana sekeping geran tanah. Kenapa pakcik? Apa masalahnya? Pakcik sedekahkan geran itu untuk seseorang untuk dibangunkan pondok2 mengaji. Keluarga pakcik terus buang pakcik. Allah...

    Pakcik tinggal dimana? Pakcik tu diam tak menjawab. Masa terlalu singkat untuk aku menyambung urusan kerja. Aku panggil pakcik kedai untuk kira. Semuanya berharga RM 11.60. Aku celup dompet aku, dan aku lupa yang aku hanya bawa RM 5.00. Aduh.... Pakcik tu nampak raut wajah muka aku seolah2 melihat masalah dalam dompetku. Pakcik tu mencelah. Nak, ambil duit ni, pakcik bayarkan.

    Nak tau ape? pakcik keluarkan satu sampul surat sebagai dompet dia (macam dompet TGNA), dalam tu duit seratus setebal setengah inci, dan satu kad BSN dan i.c lama (pakcik tu bekas tentera laut).. Satu kedai dia bayarkan. Allah.. Satu kedai hairan apabila pakcik kedai tu announce yang makanan semua sudah dibayarkan oleh pakcik kopiah tadi. Masing2 semua pandang aku dan pakcik kopiah. Dengan tiba2 pakcik kopiah angkat tangan dan berdoa dengan suara yang agak sederhana kuat, aku pun turut angkat sama. Dan paling terharu apabila aku dengar suara "amin....." dengan suara yang ramai. Bila aku berpaling ke belakang, satu kedai mengangkat tangan bersama pakcik kopiah tu.. Ada yang bangun mendekati kami berdoa dekat2.

    Terasa sangat gemuruh dan terharu dengan keperibadian orang yang ku sangka gila ini rupanya seorang guru agama!! Ada yang menangis kerana doa oleh sang guru itu sungguh merdu.. Kecoh seketika.. Selesai berdoa, aku bersalam dengan pakcik tadi dan ucap terima kasih dengan harapan dapat jumpa lagi. Aku terus berjalan ke motor aku. Aku berpaling ke belakang, semakin ramai yang berkerumun pada pakcik tadi. Aku senyum tanda puas bahawa orang sekeliling mula mendekati pakcik. Aku buka semula dompet aku kerana aku simpan kunci motor dalam tu.

    Nak tau apa? Aku terkejut kerana ada 2 keping duit seratus dan satu nota kecil yang bertulis: "Ambil duit ni buat beli susu anak dan buah delima untuk orang rumah anak yang mengidam.." Aku terkaku, dan terus pandang ke arah tempat pakcik tadi. Beliau sudah tiada disitu. Aku terus pakai helmet dan tutup pemuka helmet. Aku menangis kerana terharu dan sangat bersyukur. Bagaimana dia tahu aku dalam kesusahan...
    Ya Allah.. Kau peliharakanlah pakcik itu..

    ......26 May 2011.....

    Sumber
    0

    Catatan Daripada Ayahanda Ahmad Ammar

  • Rahman Hatim
  • Saya masih teringat semasa Almarhum Anakanda Ahmad Ammar meminta izin untuk menyertai misi Kemanusiaan ke Syria selama 3hari selepas beberapa hari beliau pulang ke Istanbul setelah bercuti lebih 2bulan di Malaysia penghujung September yg lalu. tanpa ragu-ragu saya mengizinkan kerana yakin pengalaman ke sana itu penting buat beliau. "pergilah.. make sure yg penting u take good care of yourself.."

    tidaklah saya ketahui sehinggalah dalam pertemuan dgn pelajar-pelajar Malaysia sebelum berangkat pulang setelah selesai menyempurnakan persemadian beliau bahawa rupa-rupanya beliau sangat menginginkan Syahid di Bumi Syria.

    Lebih sebak didada apabila sahabatnya berkongsi bahawa semasa disana Almarhum telah bermimpi berjumpa "Bidadari Di Syurga..." Namun, Syahidnya tertangguh sehinggalah beliau kembali ke Bumi Al-Fateh.

    Berikut adalah catatan Almarhum pada FB beliau :

    "Tidak Beriman seseorang kamu selagi tidak mengasihi saudaranya selagi mana dia tidak mengasihi Dirinya sendiri.." -HR BUKHARI

    Gambar ini ditangkap disebuah hospital yg menjadi tempat aku menginap ketika berada di Syria 29September yg lepas. waktu itu, aku duduk temenung beberapa ketika sehinggakan tak sedar mata sudah bergenang dgn airmata. sungguh aku berasa sebak dan pilu setelah berbual ringkas dgn seorang pakcik yg melayan kami ketika berada disitu. Pakcik itu sentiasa tersenyum ketika berbicara dengan kami tetapi aku dapat merasakan sesuatu dari padangan matanya. lalu tanpa ditanya dia menceritakan yg 2anak perempuannya yg lebih kurang sebaya aku telah Syahid akibat terkena Letupan Bom Tentera Assad tidak lama yg lalu. Innalillahi wainna Ilaihi Rajiu'n.. barulah aku mengerti rupanya pandangan itu merupakan pandangan penuh Rindu seorang ayah buat anaknya. aku dilayannya seperti anak sendiri. Berat mata memandang, berat lagi bahu yg memikul. bermula saat itu aku mulai sedar dan memasang tekad sebagai saudara seIslam aku harus keluar dari zon selesa untuk membantu saudaraku yg menderita di Bumi Syam ni. Sungguh Hatiku Tertinggal diBumi Syam !

    (Catatan ini telah Almarhum Nukilkan di FB pada 14 Oktober lalu, hampir 3minggu sebelum kembali kePangkuan Rahmat Ilahi...)


    Wednesday, November 20, 2013

    0

    Ammar Pemuda Syahid Di Turki

  • Wednesday, November 20, 2013
  • Rahman Hatim


  • Ammar, pemuda berusia 20 tahun yang merupakan penuntut jurusan Sejarah di Universiti Marmara, Turki sebenarnya telah pun kembali ke rahmatullah bertemu dengan Rabbul Jalal pada 2 November lalu di sana kerana kemalangan yang melibatkan sebuah ambulan.

    Keistimewaan anak muda bernama Ammar ini, dapat dilihat selepas dia pergi. Antaranya, allahyarham disemadikan di Perkuburan Eyub Sultan menghadap Laut Golden Horn.

    Tanah perkuburan ini menempatkan lebih 60 jasad para sahabat nabi, auliya’, panglima Uthmaniyyah dan orang-orang kenamaan di sana.

    Datuk Bandar telah memberi pengecualian kepada Ammar hingga allahyarham menjadi orang Malaysia pertama disemadikan di sini.

    Malah begitu ramai orang termasuk masyarakat setempat selain rakan satu universiti yang hadir ketika allahyarham disolatkan di Masjid Ayub Sultan, Istanbul seterusnya mengiringi jenazah Ammar ke kubur.

    Subhanallah...berebut orang ramai untuk menjadi sebahagian orang yang mengunsung keranda allahyarham.....

    Sedangkan Ammar, hanyalah salah seorang penuntut dari Malaysia yang berada di sana.

    Bagaimanapun satu yang pasti, Ammar sememangnya pernah meluahkan hasrat keinginan mati syahid.

    Al-fatihah.

    Saksikan Video Mengenai Pemuda syahid ini





    Saturday, November 16, 2013

    0

    Ikan Yang Diceritakan Dalam Surah Al-Kahfi

  • Saturday, November 16, 2013
  • Rahman Hatim
  • Maka apabila mereka berdua sampai ke tempat pertemuan dua laut itu, lupalah mereka akan hal ikan mereka, lalu ikan itu menggelongsor menempuh jalannya di laut, yang merupakan lorong di bawah tanah. (61)

    (Lihat ikan itu telah mengering, dan kena semula air, dan hidup, dan lihat ikan itu menggelungsur bawah tanah, dan menggelungsur meninggalkan bekas jalannya)


    Setelah mereka melampaui (tempat itu), berkatalah Nabi Musa kepada temannya: Bawalah makan tengah hari kita sebenarnya kita telah mengalami penat lelah dalam perjalanan kita ini. (62)

    Temannya berkata: Tahukah apa yang telah terjadi ketika kita berehat di batu besar itu? Sebenarnya aku lupakan hal ikan itu dan tiadalah yang menyebabkan aku lupa daripada menyebutkan halnya kepadamu melainkan Syaitan dan ikan itu telah menggelongsor menempuh jalannya di laut, dengan cara yang menakjubkan. (63)

    Nabi Musa berkata: Itulah yang kita kehendaki; merekapun balik semula ke situ, dengan menurut jejak mereka. (64)


    Friday, November 8, 2013

    0

    Jenazah Badiuzzaman Said Nursi Tidak Reput

  • Friday, November 8, 2013
  • Rahman Hatim
  • Sejarah Badiuzzaman Said Nursi di Turki, kami diberitahu semasa kuburnya dibongkar pihak tentera mayatnya masih utuh malah kain kafannya juga tidak reput.

    Pernah juga berlaku banjir di kawasan bukit Uhud di Madinah, hingga jenazah mereka yang shahid dalam Perang Uhud terdampar dipermukaan tanah yang mana mayat mereka juga tidak reput malah dikatakan darah dari luka pada tubuh mereka masih mengalir.

    Dan baru-baru ini di Negara kita Malaysia, semasa kerja penggalian tanah perkuburan Islam di Kampung Batu Badak di Segamat mereka menemui ada jenazah yang masih utuh dan kain kafannya tidak reput.

    Jenazah yang tidak reput itu bernama Maheran Jaafar, 74, yang meninggal dunia akibat sakit tua pada 2006.

    “Ketika proses menggali dan mengeluarkan mayat arwah ibu mentua dijalankan, secara tiba-tiba seluruh kawasan tanah perkuburan ini berbau harum. Saya sendiri lihat kain kapan ibu mentua masih dalam keadaan sempurna dan tidak reput. Ia hanya dikotori tanah saja,” kata Abdullah Abdul Karim, 74, menantu kepada Maheran Jaafar.

    Menceritakan amalan arwah Maheran sepanjang hayatnya, Abdullah berkata, ibu mentuanya sentiasa mengamalkan bacaan zikir selepas bangun daripada tidur.

    “Dia tidak pernah mengambil sarapan sebelum berzikir. Arwah juga sangat patuh kepada suami selain tidak pernah putus ke masjid.

    “Sepanjang hayatnya, arwah ibu mentua tidak pernah meninggalkan suruhan agama malah turut mengajar mengaji kepada anak jiran,” kata Abdullah.

    Selain itu, menurut Abdullah, arwah ibu mentuanya juga seorang yang pemurah dan sering bersedekah.

    “Arwah seorang yang agak pendiam namun tidak pernah mengabaikan tanggung jawabnya sebagai ibu serta isteri.

    Sumber
    Free Auto Malaysia Backlinks My Ping in TotalPing.com