Tuesday, December 18, 2012

0

Tak Seorangpun Akan Terlepas dari Hukuman Di Dunia

  • Tuesday, December 18, 2012
  • Rahman Hatim
  • Share

  • Banyak orang beranggapan bahawa tidak semua orang mendapat hukuman atas kesalahan dan  kejahatannya di dunia ini. Banyak pelaku kejahatan hidup bebas, goyang kaki, jalan-jalan bahkan hidup senang. Benarkah anggapan ini?? Jawabannya: SALAH!! Jangankan orang yang melakukan kejahatan besar, kesalahan-kesalahan kecil yang kita lakukan pun (selama tidak disedari dan diperbaiki) tidak akan terlepas dari hukuman di dunia ini. Ada 5 hukuman yang tak seorang pun akan terlepas darinya: agama, negara, warga, keluarga dan raga.

    Setelah kita melakukan dosa, kesalahan kejahatan, mungkin kita terlepas dari hukum agama di dunia ini kerana masyarakat atau negara tidak memperlakuka hukum agama (syari’at Islam). Bila kita lolos dari hukum agama, maka kita akan menghadapi hukum yang kedua, hukuman negara.

    Bila mengetahui, polis akan mencari, mengejar dan menangkap kita. Hukum negara akan menjerat kita di bilik sempit dan sejuk bertahun-tahun bernama penjara. Tapi, kita masih boleh terlepas dari hukum negara kerana mungkin tidak benar kesalahannya, tak ada bukti dan saksi atau, kalau ia benar-benar bersalah dan terbukti, hukum dunia boleh dipermainkan dan diperjualbelikan. Bila itu terjadi, kita masih belum boleh terlepas kerana akan menghadapi hukuman yang ketiga: warga.

    Warga masyarakatlah yang akan menghukum kita dengan hukuman sosial: diperbincangkan, disebarkan, dipermalukan, dicerca, dijauhi,diasingkan atau mungkin dibakar. Seringkali, hukum sosial lebih kejam dari hukum negara. Tapi, mungkin kita masih terlepas dari hukum sosial atau hukum warga kerana juga tidak bersalah. Bila itu terjadi, maka hukuman lain sedang menanti: keluarga.

    Orang tua sakit hati kerana kita telah mempermalukan keluarga, lalu memarahi habis-habisan, kita dikutuk, tidak ditanya, diusir dari rumah atau tidak diakui sebagai keluarga. Tapi, mungkin keluarga juga tidak mengetahui dosa dan kesalahan kita, malah ada keluarga yang melindungi. Keluarga pun tidak menghukum kita. Tapi, ada hukum terakhir di dunia ini yang tak seorang pun akan boleh terlepas darinya: Raga.

    Kita boleh jadi terlepas dari semua hukuman luar, tapi tak akan pernah bboleh terlepas dari hukuman diri: dikejar-kejar perasaan bersalah, dihantui perasaan berdosa, merasa malu, tidak tenang kerana takut dituduh bersalah, sini takut sana takut sehingga terseksa oleh ketidakbebasan, lebih jauh lagi takut mati kerana merasa banyak dosa. Akhirnya, resah, gelisah, stress bahkan paranoid, jauh dari ketenangan, ketenteraman. Itu semua adalah hukuman dari kejahatan yang bersangkut dengan orang lain.

    Bila kesalahan telah biasa dalam diri, seperti bohong, melanggar janji, berburuk sangka, mulut menyinggung perasaan orang, lalai pada kewajiban agama, selalu mengejar kesenangan, pesta, hura-hura, foya-foya,  tak ambil perhatian pada orang tua, sombong, kufur nikmat, tak suka pada nasihat dll, maka hukumannya adalah pelupa, otak tumpul, sukar belajar, susah memahami ilmu, susah menerima kebenaran, bicara gagap, susah rezeki, tak disukai orang, ucapan tidak berkualiti, harta tidak berkah, urusan selalu kelam kabut, hidup selalu banyak masalah.

    Ketika dosa-dosa, kesalahan dan pelanggaran tersebut di atas dilakukan seumur hidupnya, tak ada kesedaran, perubahan, dan taubat, akhirnya jiwa tak sanggup lagi menanggungnya. Ketika jiwa sudah tak sanggup menanggung beban keburukan dan ketidakseimbangan hidup yang demikian berat, raga menerima risikonya, jadilah penyakit: darah tinggi, insomnia, kanser, kolestrol, hepatitis, ginjal, jantung, stress, diabetes, stroke dll. Dan semua itu baru hukuman di dunia. Di akhirat, sudah pasti lebih pedih lagi.

    Kelima hukuman itu akan menyerang setiap diri akibat dari kebiasaan melakukan dosa-dosa, kesalahan-kesalahan dan salah disisi agama, kecil mahupun besar. Setiap diri tidak akan terlepas dari hukuman-hukuman itu. Inilah makna dari “wa man ya’mal mitsqala dzarratin syarran yarah.” (Dan barangsiapa yang melakukan kejahatan seberat zarrah pun, nescaya dia akan merasakan balasannya) (QS- Al-Zalzalah: 8).

    Marilah belajar dan berusaha bersama-sama menghindari dosa-dosa dan tidak membiasa melakukan kesalahan sekecil apapun. Tak perlu menyalahkan orang lain, salahkan diri, diri dan diri!! Nabi SAW bersabda: “Hasibuu anfusakum qabla antuhasabuu ..!” (Hisablah diri kamu sendiri sebelum menghisab orang lain). Semoga Allah memberikan petunjuk. Wabillahi taufik wal hidayah!!


    Do you like this story?

        
        

    Post a Comment

    Free Auto Malaysia Backlinks My Ping in TotalPing.com