Saturday, March 31, 2012

0

Perahu Nabi Nuh AS Telah Dijumpai Melalui Penelitian Ilmiah

  • Saturday, March 31, 2012
  • Rahman Hatim
  • Umat Nabi Nuh A.S yang ditenggelamkan oleh Allah SWT kerana kederhakaannya seperti dikisahkan dalam Al-Qur’an, sudah menemukan pembuktian kebenarannya secara ilmiah. Sejak tahun 1949, sudah ditemukan lokasinya dan kemudian dilakukan penggalian oleh penelitian tim antropolog yang dipimpin oleh Prof. Ron Wyatt di Turki sejak tahun 1977. Ini adalah sebagian foto-fotonya.
    ______________________________
    1. Awal Penemuan
    Kajian awal oleh Angkatan Udara AS di tahun 1949 tentang adanya benda aneh di atas Gunung Ararat-Turki, dengan ketinggian 14.000 feet (sekitar 4.600 meter).
    Kemudian, awal tahun 1960, berita dalam Life Magazine: Pesawat Tentara Nasional Turki menangkap gambar sebuah benda mirip perahu di puncak gunung Ararat yang panjangnya 500 kaki (150 meter) yang diduga perahu Nabi Nuh AS (The Noah’s Ark)
    a 
    a
    2. Foto-foto tahun 1999-2000
    Kajian oleh Penerbangan AS IKONOS tahun 1999-2000 tentang dugaan adanya perahu di Gunung Ararat yang tertutup salju.

    3. Peta Lokasi Perahu Nabi Nuh


    a
    4.  Tanah berbentuk Perahu Nabi Nuh di atas Gunung Arafat.

    a
    5. Kawasan Perahu Nabi Nuh sebelum dibersihkan

    a
    6. Pengukuran Kawasan Perahu

    a

    7. Struktur Perahu menurut para arkeologi yang menemukannya


    a
    a8. Bentuk Perahu Nabi Nuh AS
    a

    The Real Noah’s Ark!
    Top Points to Consider

    10 Hal Penting perlu Diketahui tentang Perahu Nabi Nuh:!!
    1. It is in the shape of a boat, with a pointed bow and rounded stern. Bentuknya adalah perahu dengan deknya berbentuk bundar/melingkar.
    2. Exact length as noted in biblical description, 515 feet or 300 Egyptian cubits.  (Egyptian not Hebrew cubit would have been known to Moses who studied in Egypt then wrote Genesis.) Panjangnya seperti dinyatakan Bible adalah 515 feet atau 300 bucu Mesir  [± 160 meter.
    3. It rests on a mountain in Eastern Turkey, matching the biblical account, “The ark rested . . . upon the mountains of Ararat” Genesis 8:4.  (Ararat being the name of the ancient country Urartu which covered this region.) Perahu ini terdampar di Timur Turki, akur dengan pernyataan Bible, “Perahu itu terdampar … di atas pegunungan Ararat” (Genesis 8:4). (Ararat adalah sebutan untuk  negara kuno Urartu yang meliputi wilayah ini.
    4. Contains petrified wood, as proven by lab analysis. Dari pengujian laboratotirum, perahu itu adalah kayu yang sudah membatu.
    5. Contains high-tech metal alloy fittings, as proven by separate lab analyses paid for by Ron Wyatt, then performed later by Kevin Fisher of this web site.  Aluminum metal and titanium metal was found in the fittings which are MAN-MADE metals!Dari beberapa pengujian terpisah, bahannya mengandung metal yang sangat kuat dan berteknologi tinggi. Metal alumunium dan titanium ditemukan ditemukan menyatu yang dibuat tangan manusia.
    6. Vertical rib timbers on its sides, comprising the skeletal superstructure of a boat.  Regular patterns of horizontal and vertical deck support beams are also seen on the deck of the ark. Bingkai timah vertikal pada sisi-sisinya menunjukkan kerangka struktur perahu yang canggih. Pola-pola yang sama pada dek horisontal dan vertikal yang memperkuat balok-balok tiang juga terlihat di atas dek perahu.
    7. Occupied ancient village at the ark site at 6,500 ft. elevation matching Flavius Josephus’ statement “Its remains are shown there by the inhabitants to this day.” Lokasi perahu itu menutupi sebuah desa kuno di ketinggian 6.500 kaki (2275 meter.
    8. Dr. Bill Shea, archaeologist found an ancient pottery sherd within 20 yards of the ark which has a carving on it that depicts a bird, a fish, and a man with a hammer wearing a headdress that has the name “Noah” on it.  In ancient times these items were created by the locals in the village to sell to visitors of the ark.  The ark was a tourist attraction in ancient times and today. Dr. Bill Shea, seorang antropolog, menemukan pecahan-pecahan tembikar sekitar 18 meter dari perahu yang memiliki ukiran2 burung, ikan, dan orang memegang palu dengan memakai hiasan kepala yang bertuliskan “Nuh.” Pada zaman kuno, barang-barang tersebut dibuat oleh penduduk lokal di desa itu untuk dijual kepada para pengunjung perahu. Sejak zaman kuno hingga sekarang, perahu tersebut telah menjadi lokasi wisata.
    9. Recognized by Turkish Government as Noah’s Ark National Park and a National Treasure.  Official notice of its discovery appeared in the largest Turkish newspaper in 1987.Sekarang ini lokasi itu dijadikan Taman Nasional Perahu Nabi Nuh dan (Warisan Nasional. Pejabat setempat menyebutkan berita liputan penemuan perahu tersebut muncul dalam koran terbesar Turki pada tahun 1987.
    10. Visitors’ center built by the government to accommodate tourists further confirms the importance of the site. Gedung Pusat Turis dibangun oleh Pemerintah untuk mengakomodasi para turis agar mengetahui pentingnya lokasi tersebut.
    11. 11.  Huge anchor stones were found near the ark and in the village Kazan, 15 miles away, which hung off the rear of the ark to steady its ride. Jangkar batu besar ditemukan dekat perahu di Desa Kazan, berjarak 15 mile (24 meter) yang menggantung di bahagian belakang perahu untuk mengokohkan tumpangan.
    12. 12.  The ark rests upon Cesnakidag (or Cudi Dagi) Mountain, which is  translated as “Doomsday” Mountain. Perahu terletak di atas Gunung Cesnakidag yang diartikan sebagai “Gunung Kiamat.”
    13. Dr. Salih Bayraktutan of Ataturk University stated, “It is a man made structure, and for sure it’s Noah’s Ark”  Common Sense. This same article also states “The site is immediately below the mountain of Al Judi, named in the Qur’an as the resting place of the Ark.”  Houd Sura 11:44Dr. Salih Bayraktutan dari Universitas Ataturk menyatakan “ Perahu ini adalah strukur yang dibuat manusia dan kerananya yakin ini adalah Perahu Nabi Nuh.” Artikel itu juga menyatakan, “Lokasinya di Gunung Judi yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai tempat pendaratan bahtera.” Surat Hud ayat 44.
    14. Radar scans show a regular pattern of timbers inside the ark formation, revealing keels, keelsons, gunnels, bulkheads, animal chambers, ramp system, door in right front, two large barrels in the front 14′ x 24′, and an open center area for air flow to all three levels. Scan radar menunjukkan pola timah yang tetap di dalam formasi perahu, ada balak-balak kayu besar di dasar perahu, dinding pemisah, kandang2 binatang, sistem lorong-lorong jalan dalam perahu, pintu bagian depan, dua tong besar berukuran 14’x24’, dan sebuah pusat area terbuka untuk sirkulasi udara untuk tiga tingkat ruangan dalam perahu.a

    SEMOGA BERMANFAAT DAN MENAMBAH KEYAKINAN KITA AKAN KEBENARAN ADANYA NABI-NABI UTUSAN ALLAH SWT.


    Wednesday, March 21, 2012

    0

    Bidadari Surga, Ainul Mardiyah

  • Wednesday, March 21, 2012
  • Rahman Hatim
  • Dalam suatu kisah yang dipaparkan Al Yafi’i dari Syeikh Abdul Wahid bin Zahid, dikatakan: Suatu hari ketika kami sedang bersiap-siap hendak berangkat perang, aku meminta beberapa teman untuk membaca sebuah ayat. Salah seorang lelaki tampil sambil membaca ayat Surah At Taubah ayat 111, yang artinya sebagai berikut :
    “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta
    mereka dengan memberikan sorga untuk mereka”
    Selesai ayat itu dibaca, seorang anak muda yang berusia 15 tahun atau lebih bangkit dari tempat duduknya. Ia mendapat harta warisan cukup besar dari ayahnya yang telah meninggal. Ia berkata:
    ”Wahai Abdul Wahid, benarkah Allah membeli dari orang-orang mu’min diri dan harta mereka dengan sorga untuk mereka?”
    “Ya, benar, anak muda”
    kata Abdul Wahid. Anak muda itu melanjutkan:
    ”Kalau begitu saksikanlah, bahwa diriku dan hartaku mulai sekarang aku jual dengan sorga.”
    Anak muda itu kemudian mengeluarkan semua hartanya untuk disedekahkan bagi perjuangan. Hanya kuda dan pedangnya saja yang tidak. Sampai tiba waktu pemberangkatan pasukan, ternyata pemuda itu datang lebih awal. Dialah orang yang pertama kali kulihat. Dalam perjalanan ke medan perang pemuda itu kuperhatikan siang berpuasa dan malamnya dia bangun untuk beribadah. Dia rajin mengurus unta-unta dan kuda tunggangan pasukan serta sering menjaga kami bila sedang tidur.
    Sewaktu sampai di daerah Romawi dan kami sedang mengatur siasat pertempuran, tiba-tiba dia maju ke depan medan dan berteriak:
    ”Hai, aku ingin segera bertemu dengan Ainul Mardhiyah . .”
    Kami menduga dia mulai ragu dan pikirannya kacau, kudekati dan kutanyakan siapakah Ainul Mardiyah
    itu. Ia menjawab:
    “Tadi sewaktu aku sedang kantuk, selintas aku bermimpi. Seseorang datang kepadaku seraya berkata: “Pergilah kepada Ainul Mardiyah.” Ia juga mengajakku memasuki taman yang di bawahnya terdapat sungai dengan air yang jernih dan dipinggirnya nampak para bidadari duduk berhias dengan mengenakan perhiasan-perhiasan yang indah. Manakala melihat kedatanganku ,
    mereka bergembira seraya berkata: “Inilah suami Ainul Mardhiyah . . . . .”
    “Assalamu’alaikum”
    kataku bersalam kepada mereka.
    “Adakah di antara kalian yang bernama Ainul Mardhiyah?”
    Mereka menjawab salamku dan berkata:
    “Tidak, kami ini adalah pembantunya. Teruskanlah langkahmu”
    Beberapa kali aku sampai pada taman-taman yang lebih indah dengan bidadari yang lebih cantik, tapi jawaban mereka sama, mereka adalah pembantunya dan menyuruh aku meneruskan langkah.
    Akhirnya aku sampai pada kemah yang terbuat dari mutiara berwarna putih. Di pintu kemah terdapat seorang bidadari yang sewaktu melihat kehadiranku dia nampak sangat gembira dan memanggil-manggil yang ada di dalam:
    “Hai Ainul Mardhiyah, ini suamimu datang . …”
    Ketika aku dipersilahkan masuk kulihat bidadari yang sangat cantik duduk di atas sofa emas yang ditaburi permata dan yaqut. Waktu aku mendekat dia berkata:
    “Bersabarlah, kamu belum diijinkan lebih dekat kepadaku, karena ruh kehidupan dunia masih ada dalam dirimu.”
    Anak muda melanjutkan kisah mimpinya:
    “Lalu aku terbangun, wahai Abdul Hamid. Aku tidak sabar lagi menanti terlalu lama”.
    Belum lagi percakapan kami selesai, tiba-tiba sekelompok pasukan musuh terdiri sembilan orang menyerbu kami. Pemuda itu segera bangkit dan melabrak mereka. Selesai pertempuran aku mencoba meneliti, kulihat anak muda itu penuh luka ditubuhnya dan berlumuran darah. Ia nampak tersenyum gembira, senyum penuh kebahagiaan, hingga ruhnya berpisah dari badannya untuk meninggalkan dunia.



    Kredit : Goresan Hikmah
    1

    Pahala Mentaati Ibubapa Melebihi Jihad Fisabilillah

  • Rahman Hatim
  • Ramai tak sedar jarang bertanya khabar kepada orang tua di kampung dikira menderhaka

    RAMAI anak yang tidak mengaku apabila dituduh menderhaka kepada ibu bapa. Namun, siapa yang dapat menafikan kebenaran ayat Allah dan hadis Rasulullah SAW yang menyimpulkan bahawa termasuk dosa besar yang kedua selepas syirik ialah apabila seseorang melupakan tanggungjawab menjaga kedua orang tua.

    Allah SWT berfirman yang bermaksud: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapamu dengan sebaik-baiknya, apabila salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu.” � (Surah Al-Isra’ ayat 23)

    Rasulullah SAW lebih jelas menegaskan mengenai dosa besar ini di dalam sabdanya yang bermaksud: Mahukah kamu aku khabarkan tentang dosa besar? Kami (sahabat menjawab: Ya, tentu wahai Rasulullah. Beliau bersabda: “Ada tiga, iaitu menyekutukan Allah, derhaka kepada kedua ibu bapa dan ucapan dusta dan kesaksian dusta, Baginda mengulanginya berkali-kali sehingga kami berkata mudah-mudahan baginda diam.” � (Hadis riwayat Imam Al-Bukhari)

    Semua anak mengaku mereka sudah memenuhi hak kedua ibu bapanya walaupun hati tak merindu, jauh sekali khuatir, sedih dan pilu mengenang keuzuran kedua orang, pemegang kunci syurga mereka di akhirat nanti. Bahkan anak dunia itu seolah-olah tidak mahukan akhirat.

    Lantas mereka lalai dan lupa akibat mengejar cita-cita dunia sehingga tak tersisa sedikit pun ruang untuk ayah dan ibu di dalam hati. Hati yang sentiasa sibuk, memberi kesan pada wajah mereka yang kian suram apabila berdepan dengan ayah dan ibu. Mereka lebih rela menjadi tanda-tanda dekatnya kiamat dengan berlaku derhaka daripada harus menanggung beban hidup bersama orang tua.

    Pelbagai alasan dicipta untuk menghalalkan keuzuran mereka daripada menjaga ibu bapa, tetapi di sudut hati nurani anak-anak manusia siapakah kiranya yang boleh melepaskan diri daripada kenangan kasih sayang ibu bapa ketika kecilnya.

    Mereka juga berselindung di sebalik amal salih yang lain, sebahagiannya ahli tahajjud, setia membaca al-Quran, ahli masjid, istiqamah mengerjakan haji dan umrah, ahli sedekah dan puasa. Tetapi, mereka membuat hati ibu bapa menangis, jiwa mereka terdera dan impian hari tua yang indah bagi mereka hancur berkecai.

    Padahal keutamaan berkhidmat kepada orang tua melebihi pahala jihad fisabilillah seperti sabda Rasulullah SAW yang bermaksud: Daripada Abu Abdul Rahman Abdullah bin Mas’ud beliau berkata: “Saya bertanya kepada Nabi SAW. “Amalan apakah yang paling disukai oleh Allah SWT? Baginda bersabda: “Solat pada waktunya, saya bertanya lagi: Kemudian apa lagi? Baginda bersabda: Berbuat baik kepada kedua orang tua. Saya bertanya: Kemudian apa lagi? Baginda bersabda: Berjihad di jalan Allah.” � (Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim)

    Ironinya mereka mengejar pahala ibadat sunat tetapi yang wajib ditinggalkan. Kewajipan berkhidmat kepada ibu bapa mereka dianggap bukan ibadat melainkan hanya adat kehidupan manusia. Maka jika mereka lalai mengingati kedua-duanya, tidak ada kekesalan di dalam hati, tidak rasa berdosa dan bermaksiat kepada Allah SWT.

    Sungguh penyelewengan yang tidak disedari, melainkan apabila keduanya kembali ke rahmatullah. Lalu anak-anak itu secara tabienya menjadi ibu dan bapa generasi baru. Dia merasai sakit menjaga dan mendidik anak seperti ibu bapa dulu. Akhirnya dia sedar betapa seksa diderhaka dan dibuang bagaikan al-Quran usang.

    Bukan hanya ibu bapa yang terguris hati, Rasulullah SAW pun pernah menitiskan air mata mendengar pengaduan seorang lelaki tua mengenai anaknya yang menderhaka. “Wahai Rasulullah, anakku telah aku didik tetapi setelah dewasa dia menzalimiku. Lelaki itu kemudian menyatakan kesedihannya dengan untaian syair yang memilukan:

    “Ketika engkau masih kecil, tangan ini yang memberimu makan.

    “Engkau minum juga aku yang tuangkan. Apabila dirimu sakit, aku berjaga semalaman.

    “Kerana sakitmu itu aku mengeluh kerisauan. Tetapi, di saat engkau dewasa dan mencapai tujuan.

    “Kulihat pada dirimu apa yang tak ku harapkan. Kau balas aku dengan kekasaran.

    “Seakan-akan nikmat dan anugerah engkau yang berikan.”

    Mendengar bait-bait syair lelaki tua itu, berlinanganlah air mata Rasulullah SAW seraya bersabda yang bermaksud: Kamu dan hartamu milik ayahmu.” � (Ditakhrij oleh Ibnu Majah 2357, Imam Ahmad dalam al-Musnad 6883, Ibnu Hibban dalam sahihnya 409, 4182. Al-Baihaqi dalam al-Sunan 16054)

    Pelbagai takrifan diberi ulama mengenai tanda-tanda derhaka kepada orang tua seperti memutuskan hubungan dengan tidak mahu menziarahi mereka, tidak memberi nafkah, tidak memenuhi hak-hak mereka dan tidak mentaati mereka pada hal yang bukan bermaksiat kepada Allah SWT.

    Sesungguhnya kasih sayang yang paling ikhlas tanpa syarat hanyalah kasih sayang ibu bapa. Anak yang salih dituntut untuk membalas jasa mereka dengan adab dan akhlak yang baik. Kadang-kadang seulas senyuman dan kata-kata yang lembut lebih berharga daripada wang ringgit serta barangan berharga.

    Namun tidak dinafi juga kepentingan hadiah sebagai pengikat jiwa. Sikap mementingkan diri sehingga membiarkan ibu bapa hidup susah di sebalik kemewahan seorang anak sememangnya menunjukkan sifat tidak mengenang budi. Jika boleh dihitung berapa juta ringgit yang mesti dibayar, sudah tentu jasa ibu bapa tak akan terbayar dengan sebarang jenis mata wang pun di dunia ini.

    Tuesday, March 20, 2012

    0

    Wafatnya Rasulullah SAW, Banjir Air Mata Para Shahabat

  • Tuesday, March 20, 2012
  • Rahman Hatim
  • Diriwayatkan bahawa surah Al-Maidah ayat 3 diturunkan pada sesudah waktu asar yaitu pada hari Jum’at di Padang Arafah pada musim haji penghabisan (Wada’). Pada masa itu Rasulullah s.a.w. berada di Arafah di atas unta. Ketika ayat ini turun Rasulullah s.a.w. tidak begitu jelas penerimaannya untuk mengingati isi dan makna yang terkandung dalam ayat tersebut. Kemudian Rasulullah s.a.w. bersandar pada unta beliau, dan unta beliau pun duduk perlahan-lahan. Setelah itu turun malaikat Jibril a.s. dan berkata:


    Wahai Muhammad, sesungguhnya pada hari ini telah disempurnakan urusan agamamu, maka terputuslah apa yang diperintahkan oleh Allah s.w.t. dan demikian juga apa yang terlarang oleh-Nya. Karena itu, kumpulkan para sahabatmu dan beritahu mereka bahwa hari ini adalah hari terakhir aku bertemu denganmu.”


    Setelah Malaikat Jibril a.s. pergi maka Rasulullah s.a.w. pun berangkat ke Mekah dan terus pergi ke Madinah. Setelah Rasulullah s.a.w. mengumpulkan para sahabat, pun menceritakan apa yang telah diberitahu malaikat Jibril a.s. Ketika para sahabat mendengarnya berita itu, mereka pun gembira sambil berkata: “Agama kita telah sempurna! Agama kila telah sempurna!”


    Ketika Abu Bakar ra. mendengar kabar Rasulullah s.a.w. itu, ia tidak dapat menahan kesedihannya. Ia pun kembali ke rumah lalu mengunci pintu dan menangis sekuat-kuatnya. Abu Bakar r.a. menangis dari pagi hingga ke malam. Kisah tentang Abu Bakar ra. menangis ini sampai kepada para sahabat lain. Maka berkumpullah mereka di depan rumah Abu Bakar r.a. dan mereka berkata: “Wahai Abu Bakar, apakah yang telah membuat engkau menangis sehingga begini sekali keadaanmu? Seharusnya engkau merasa gembira sebab agama kita telah sempuma.” Mendengarkan itu, Abu Bakar r.a. pun berkata, “Wahai para sahabatku, kamu semua tidak tahu tentang musibah yang akan menimpa kamu, tidakkah kamu tahu bahwa apabila suatu perkara itu telah sempurna maka akan kelihatanlah kekurangannya. Turunnya ayat tersebut menunjukkan perpisahan kita dengan Rasulullah s.a.w.. Hasan dan Husein menjadi yatim dan para isteri nabi menjadi janda.”


    Setelah mereka mendengar penjelasan Abu Bakar r.a.. sadarlah mereka lalu mereka menangis dengan sejadi-jadinya. Kabar tangisan mereka kemudian sampai ke para sahabat yang lain, mereka pun memberitahu Rasulullah s.a.w. Berkata salah seorang dari sahabat, “Ya Rasulullah s.a.w., kami baru kembali dari rumah Abu Bakar ra. dan kami dapati banyak orang menangis dengan suara keras sekali di depan rumah beliau.” Berubahlah muka Rasulullah s.a.w. dan dengan bergegas beliau menuju ke rumah Abu Bakar ra.. Setelah sampai, Rasulullah s.a.w. melihat kesemua mereka yang menangis dan bertanya, “Wahai para sahabatku, mengapa kamu semua menangis?.” Kemudian Ali ra. berkata, “Ya Rasulullah s.a.w., Abu Bakar ra. mengatakan bahwa turunnya ayat ini membawa tanda bahwa waktu wafatmu telah dekat. Adakah ini benar ya Rasulullah?.” Lalu Rasulullah s.a.w. berkata: “Semua yang dikatakan oleh Abu Bakar ra. adalah benar, dan sesungguhnya waktu untuk aku meninggalkan kamu semua telah dekat”.


    Setelah Abu Bakar ra. mendengar pengakuan Rasulullah s.a.w., maka ia pun menangis sekuat tenaganya sehingga ia jatuh pingsan. Saat semuanya sedang ditimpa duka, seorang sahabat ‘Ukasyah ra. berkata kepada Rasulullah s.a.w.:“Ya Rasulullah, engkau pernah memukul tulang rusukku hingga sakit. Saya ingin tahu apakah engkau sengaja memukulku atau hendak memukul unta Baginda.”


    Rasulullah s.a.w. berkata: “Wahai ‘Ukasyah, Aku sengaja memukul kamu.” Kemudian Rasulullah s.a.w. berkata kepada Bilal ra., “Wahai Bilal, kamu pergi ke rumah Fathimah dan ambilkan tongkatku ke mari.” Bilal keluar dari masjid dan menuju rumah Fathimah sambil meletakkan tangannya di atas kepala dengan berkata, “Rasulullah telah menyediakan dirinya untuk dibalas (diqishash).”
    Setelah Bilal sampai di rumah Fathimah, memberi salam dan mengetuk pintu. “Siapakah di pintu?.”
    “Saya Bilal, saya telah diperintahkan oleh Rasulullah s.a.w. untuk mengambil tongkat beliau.”
    “Wahai Bilal, untuk apa ayahku minta tongkatnya.”
    “Wahai Fathimah, Rasulullah s.a.w. telah menyediakan dirinya untuk diqishash.” “Wahai Bilal, siapakah manusia yang sampai hatinya untuk menqishash Rasulullah s.a.w.?”


    Bilal ra. tidak menjawab kemudian membawa tongkat itu kepada Rasulullah s.a.w. Setelah Rasulullah s.a.w. menerima tongkat tersebut dari Bilal ra. maka beliau pun menyerahkan kepada ‘Ukasyah.
    Melihat itu, Abu Bakar ra. dan Umar ra. tampil ke depan sambil berkata:
    “Wahai ‘Ukasyah, janganlah kamu qishash Rasulullah s.a.w. tetapi kamu qishashlah kami berdua.” Rasulullah s.a.w. berkata: “Wahai Abu Bakar, Umar duduklah, sesungguhnya Allah s.w.t. telah menetapkan tempatnya untuk kamu berdua.” Kemudian Ali ra. bangun, “Wahai ‘Ukasyah! Aku adalah orang yang senantiasa berada di samping Rasulullah s.a.w., pukullah aku dan janganlah kamu menqishash Rasulullah s.a.w.” Lalu Rasulullah s.a.w. berkata, “Wahai Ali duduklah kamu, sesungguhnya Allah s.w.t. telah menetapkan tempatmu dan mengetahui isi hatimu.” Setelah itu, Hasan dan Husein bangun dengan berkata: “Wahai ‘Ukasyah, kami ini cucu Rasulullah s.a.w., kalau kamu menqishash kami sama dengan kamu menqishash Rasulullah s.a.w.” Mendengar kata-kata cucunya Rasulullah s.a.w. pun berkata, “Wahai buah hatiku duduklah kamu berdua.”


    “Wahai ‘Ukasyah pukullah aku, lakukanlah balasanmu,” kata Rasulullah s.a.w.
    ‘Ukasyah berkata: “Ya Rasulullah s.a.w., engkau memukulku waktu aku tidak memakai baju.” Maka Rasulullah s.a.w. pun membuka baju. Setelah Rasulullah s.a.w. membuka baju maka menangislah semua yang hadir. Suasana tegang dan haru. Begitu ‘Ukasyah melihat tubuh Rasulullah s.a.w. yang putih bersih, ia segera melempar tongkatnya dan langsung memeluk dan mencium badan Rasulullah dan berkata: “Aku tebus engkau dengan jiwaku ya Rasulullah. Siapa yang sanggup memukulmu. Aku melakukan ini karena ingin menyentuhkan badanku dengan badanmu yang dimuliakan Allah. Dan aku ingin Allah menjagaku dari neraka dengan kehormatanmu.” Kemudian Rasulullah s.a.w. berkata, “Dengarlah kamu sekalian, sekiranya kamu ingin melihat seorang ahli surga, inilah orangnya.” Kemudian semua sahabat bersalam-salaman atas kegembiraan mereka terhadap peristiwa yang sangat genting itu. Setelah itu para sahabat pun berkata, “Wahai ‘Ukasyah, inilah keuntungan yang paling besar bagimu, engkau telah memperoleh darajat yang tinggi dan bertemankan Rasulullah s.a.w. di surga.”


    Ketika ajal Rasulullah s.a.w. semakin dekat, beliau pun memanggil para sahabat ke rumah Aisyah ra. dan berkata: “Selamat datang, semoga Allah s.w.t. mengasihimu semua. Aku berwasiat kepadamu semua agar kamu semua bertaqwa kepada Allah s.w.t. dan mentaati segala perintah-Nya. Sesungguhnya hari perpisahan antara aku denganmu semua hampir dekat, dan dekat pula saat kembalinya seorang hamba kepada Allah s.w.t. dan menempatkannya di surga. Kalau telah sampai ajalku maka hendaklah Ali yang memandikanku, Fadhl bin Abbas hendaklah menuangkan air dan Usamah bin Zaid hendaklah menolong keduanya. Setelah itu kamu kafanilah aku dengan pakaianku sendiri atau kafanilah aku dengan kain Yaman yang putih. Apabila kamu memandikan aku, letakkan aku di atas balai tempat tidurku dalam rumahku ini. Setelah itu kamu semua keluarlah sebentar meninggalkan aku. Pertama yang akan menshalatkan aku adalah Allah s.w.t., kemudian Jibril a.s., kemudian diikuti Israfil, Mikail, dan yang akhir sekali adalah lzrail berserta dengan semua pembantunya. Setelah itu baru kamu semua masuk bergantian berkelompok menshalatkanku.”


    Setelah para sahabat mendengar ucapan yang sungguh menyayat hati itu mereka pun menangis pilu sejadi-jadinya dan berkata, “Ya Rasulullah s.a.w. engkau adalah seorang Rasul yang diutus kepada kami, engkau selama ini memberi kekuatan dalam penemuan kami dan sebagai penguasa yang menguruskan perkara kami. Apabila engkau sudah tiada nanti, kepada siapakah akan kami bertanya setiap persoalan yang timbul nanti?” Kemudian Rasulullah s.a.w. berkata, “Dengarlah para sahabatku, aku tinggalkan kepada kamu semua jalan yang benar dan jalan yang terang, dan telah aku tinggalkan kepada kamu semua dua penasihat: yang satu nasehat yang pandai bicara dan yang satu lagi nasehat yang diam. Yang pandai bicara adalah Al-Quran dan yang diam itu ialah maut. Apabila ada sesuatu persoalan yang rumit di antara kamu, maka hendaklah kamu semua kembali kepada Al-Quran dan Sunnah-ku dan sekiranya hati kamu bersikeras maka lembutkan dengan mengambil nasehat dari kematian.”


    Setelah Rasulullah s.a.w. berkata demikian, maka sakit Rasulullah s.a.w. bermula. Dalam bulan safar Rasulullah s.a.w. sakit selama 18 hari dan sering dikunjungi oleh para sahabat. Rasulullah s.a.w. diutus pada hari Senin dan wafat pada hari Senin. Pada hari Senin pula penyakit Rasulullah s.a.w. bertambah berat, setelah Bilal ra. menyelesaikan azan subuh, maka Bilal ra. pun pergi ke rumah Rasulullah s.a.w.. Sesampainya Bilal ra. di rumah Rasulullah s.a.w. Bilal ra. pun memberi salam, “Assalaarnualaika ya Rasulullah.” Lalu dijawab oleh Fathimah ra., “Rasulullah s.a.w. masih sibuk dengan urusan beliau.” Setelah Bilal ra. mendengar penjelasan dari Fathimah ra. maka Bilal ra. pun kembali ke masjid tanpa memahami kata-kata Fathimah ra. itu. Ketika waktu subuh hampir habis, Bilal pergi sekali lagi ke rumah Rasulullah s.a.w. dan memberi salam lagi, kali ini salam Bilal ra. didengar oleh Rasulullah s.a.w: “Masuklah wahai Bilal, sesungguhnya penyakitku ini semakin berat, suruhlah Abu Bakar mengimamkan shalat subuh berjemaah dengan mereka yang hadir.” Setelah mendengar kata-kata Rasulullah s.a.w. maka Bilal ra. pun berjalan menuju ke masjid sambil meletakkan tangan di atas kepala dengan berkata: “Waah … ini musibah.”
    Di masjid Bilal ra. memberitahu Abu Bakar tentang apa yang telah Rasulullah s.a.w. katakan kepadanya. Abu Bakar ra. tidak dapat menahan dirinya, ketika melihat mimbar kosong dengan suara keras ia menangis hingga jatuh pingsan. Melihatkan peristiwa ini, riuh rendah tangisan sahabat terdengar di dalam masjid, sehingga Rasulullah s.a.w. bertanya kepada Fathimah ra.; “Wahai Fathimah apakah yang terjadi?”
    “Kekecohan kaum muslimin, sebab engkau tidak pergi ke masjid.” Kemudian Rasulullah s.a.w. memanggil Ali ra. dan Fadhl bin Abas ra., lalu Rasulullah s.a.w. bersandar kepada kedua mereka dan terus pergi ke masjid. Setelah Rasulullah s.a.w. sampai di masjid maka Rasulullah s.a.w. pun bershalat subuh bersama dengan para sahabat.


    Setelah selesai, Rasulullah s.a.w. berkata, “Wahai kaum muslimin, kamu semua senantiasa dalam pertolongan dan pemeliharaan Allah s.w.t., oleh karena itu hendaklah kamu semua bertaqwa kepada Allah s.w.t. dan mengerjakan segala perintah-Nya. Sesungguhnya aku akan meninggalkan dunia ini dan kamu semua, dan hari ini adalah hari pertama aku di akhirat dan hari terakhir aku di dunia.” Setelah berkata demikian, Rasulullah s.a.w. pun pulang. Di langit, Allah s.w.t. mewahyukan kepada malaikat lzrail a.s., “Wahai lzrail, pergilah kamu kepada kekasihku dengan sebaik-baik rupa, dan apabila kamu hendak mencabut ruhnya maka hendaklah kamu melakukan dengan cara yang paling lembut sekali. Minta izinlah terlebih dahulu, kalau ia izinkan kamu masuk, maka masuklah dan kalau ia tidak mengizinkan kamu masuk maka hendaklah kamu kembali padaku.”


    Malaikal lzrail pun turun mendatangi Nabi dengan menyerupai orang Arab Badwi. “Assalaamu alaikum yaa ahla baitin nubuwwati wa ma danir risaalati a adkhulu?” (Mudah-mudahan keselamatan tetap untuk kamu sekalian, wahai penghuni rumah nabi dan pemberi risalah, bolehkan saya masuk?) Fathimah yang mendengar orang memberi salam maka ia-pun berkata; “Wahai hamba Allah, Rasulullah s.a.w. sedang sibuk sebab sakitnya yang semakin berat.” Kemudian malaikat lzrail memberi salam lagi, dan kali ini didengar oleh Rasulullah s.a.w. Rasulullah s.a.w. bertanya kepada Fathimah ra., “Wahai Fathimah, siapakah di depan pintu itu.”


    “Ya Rasulullah, ada seorang Arab badwi memanggil mu, dan aku telah katakan kepadanya Ayahanda sedang sibuk sebab sakit, sebaliknya dia memandang saya dengan tajam sehingga terasa menggigil badan saya.” Kemudian Rasulullah s.a.w. berkata; “Wahai Fathimah, tahukah kamu siapakah orang itu?” Fathimah menjawab, “Tidak ayah.” “Dia adalah lzrail, malaikat yang akan memutuskan segala macam nafsu syahwat yang memisahkan perkumpulan-perkumpulan dan yang memusnahkan semua rumah serta meramaikan kubur.” Fathimah ra. tidak dapat menahan air matanya, perpisahan dengan ayahandanya akan terjadi, dia menangis sepuas-puasnya.


    “Janganlah menangis wahai Fathimah, engkaulah orang yang pertama dalam keluargaku akan bertemu dengan aku.” Kemudian Rasulullah s.a.w. pun mengizinkan lzrail masuk. lzrail dengan tenang mengucap, “Assalamuaalaikum ya Rasulullah.” Lalu Rasulullah s.a.w. menjawab: “Wa alaikassalam … Wahai lzrail engkau datang menziarahi aku atau untuk mencabut ruhku?” Maka berkata malaikat lzrail: “Kedatangan saya adalah untuk menziarahimu dan untuk mencabut ruhmu, itupun kalau engkau izinkan, kalau engkau tidak izinkan maka aku akan kembali.” Berkata Rasulullah s.a.w., “Wahai lzrail, di manakah kamu tinggalkan Jibril?” Berkata lzrail: “Saya tinggalkan Jibril di langit dunia, para malaikat sedang memuliakan dia.” Tidak beberapa lama kemudian Jibril a.s. pun turun dan duduk di dekat kepala Rasulullah s.a.w.


    Ketika Rasulullah s.a.w. melihat kedatangan Jibril a.s. maka Rasulullah s.a.w. pun berkata: “Wahai Jibril, tahukah kamu bahwa ajalku sudah dekat” Berkata Jibril a.s., “Ya aku tahu” Rasulullah s.a.w. bertanya lagi, “Wahai Jibril, beritahu kepadaku kemuliaan yang menggembirakan aku disisi Allah s.w.t” Berkata Jibril a.s., “Sesungguhnya semua pintu langit telah dibuka, para malaikat bersusun rapi menanti ruhmu dilangit. Kesemua pintu-pintu syurga telah dibuka, dan kesemua bidadari sudah berhias menanti kehadiran ruhmu.” Berkata Rasulullah s.a.w.: “Alhamdulillah, sekarang kamu katakan pula tentang umatku di hari kiamat nanti.” Berkata Jibril a.s., “Allah s.w.t. telah berfirman yang bermaksud,”Sesungguhnya aku telah melarang semua para nabi masuk ke dalam syurga sebelum engkau masuk terlebih dahulu, dan aku juga melarang semua umat memasuki syurga sebelum umatmu memasuki syurga.”


    Berkata Rasulullah s.a.w: “Sekarang aku telah puas dan telah hilang keresahan akan umatku. Wahai lzrail … mendekatlah kepadaku …. dan lakukanlah tugasmu.” lzrail pun mulai melakukan tugasnya. Ruh sang Nabi Agung itu dicabutnya pelan-pelan, lembut sekali. Ketika ruhnya sampai di pusat, Rasulullah s.a.w. berkata: “Wahai Jibril, sakiit … sekali kematian ini.” Karena tak tanggup melihat wajah kekasih Allah itu merintih kesakitan, Jibril mengalihkan pandangan. Rasulullah s.a.w. pun berkata: “Wahai Jibril, apakah engkau tidak suka melihat wajahku?” Jibril a.s. berkata: “Wahai kekasih Allah, siapa yang akan sanggup melihat wajahmu dalam keadaan sakaratul maut begini?” Anas bin Malik ra. berkata: “Ketika ruh Rasulullah s.a.w. telah sampai di dada, beliau bersabda,”Aku wasiatkan kepadamu mengerjakan shalat dan kerjakan semua yang Allah perintahkan kepadamu.”


    Ali ra. berkata: “Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. ketika menjelang saat-saat terakhir, telah mengerakkan kedua bibir beliau sebanyak dua kali, dan saya meletakkan telinga, saya dengan Rasulullah s.a.w. berkata: “Umatku.. umatku….” Telah bersabda Rasulullah s.a.w. bahwa: “Malaikat Jibril a.s. telah berkata kepadaku; “Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah s.w.t. telah menciptakan sebuah laut di belakang gunung Qaf, dan di laut itu terdapat ikan yang selalu membaca selawat untukmu, barang siapa yang menangkap ikan dari laut tersebut maka akan lumpuhlah kedua belah tangannya dan ikan tersebut akan menjadi batu.”



    Sunday, March 18, 2012

    1

    4 Malaikat Yang Mendatangi Orang Sakit!

  • Sunday, March 18, 2012
  • Rahman Hatim

  • Tak perlu Anda bersedih dalam sakit karena itu adalah ujian dalam ibadah Anda. Salah satu bukti kasih sayang-NYA adalah, Tuhan mengutus 4 malaikat untuk selalu menjaga kita dalam sakit. Berikut adalah penjelasannya;

    “Apabila seorang hamba yang beriman menderita sakit, maka Allah memerintahkan kepada para malaikat agar menulis perbuatan yang terbaik yang dikerjakan hamba mukmin itu pada saat sehat dan pada saat waktu senangnya.”
    Ujaran Rasulullah SAW tsb diriwayatkan oleh Abu Imamah al Bahili. Dalam hadist yang lain Rasulullah bersabda :
    “Apabila seorang hamba mukmin sakit, maka Allah mengutus 4 malaikat untuk datang padanya.”
    Allah memerintahkan :

    1. Malaikat pertama untuk mengambil kekuatannya sehingga menjadi lemah.
    2. MAlaikat kedua untuk mengambil rasa lezatnya makanan dari mulutnya
    3. Malaikat ketiga untuk mengambil cahaya terang di wajahnya sehingga berubahlah wajah si sakit menjadi pucat pasi.
    4. Malaikat keempat untuk mengambil semua dosanya , maka berubahlah si sakit menjadi suci dari dosa.

    Tatkala Allah akan menyembuhkan hamba mukmin itu, Allah memerintahkan kepada malaikat 1, 2 dan 3 untuk mengembalikan kekuatannya, rasa nikmat, dan cahaya di wajah hamba.
    Namun untuk malaikat ke 4 , Allah tidak memerintahkan untuk mengembalikan dosa2nya kepada hamba mukmin. Maka bersujudlah para malaikat itu kepada Allah seraya berkata : “Ya Allah mengapa dosa2 ini tidak Engkau kembalikan?”

    Allah menjawab: “Tidak baik bagi kemuliaan-Ku jika Aku mengembalikan dosa2nya setelah Aku menyulitkan keadaan dirinya ketika sakit. Pergilah dan buanglah dosa2 tersebut ke dalam laut.”

    Dengan ini, maka kelak si sakit itu berangkat ke alam akhirat dan keluar dari dunia dalam keadaan suci dari dosa sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Sakit panas dalam sehari semalam, dapat menghilangkan dosa selama setahun.”


    0

    Foto-foto Eksklusif Peninggalan Rasulullah SAW

  • Rahman Hatim
  • Bila kita berjauh jarak dengan yang terkasih Muhammad Rasulullah. Kita hanya bisa menjumpainya melalui do’a-do’a yang kita lantunkan, memohon syafa’at Nabi untuk keselamatan kita di akhirat dari pedihnya adzab neraka, tidakkah foto-foto berikut ini mengubati kerinduan kita yang sangat dalam kepada Nabi Tercinta, Kekasih Allah, pribadi mulia panutan alam?? Ratusan orang meneteskan air matanya setelah menatap baju beliau yang bersahaja dan sudah robek, sandal beliau, keranda beliau yang tak terhalang apapun. Allahu Akbar … berasa dekaaat denganmu ya Rasulullah … Andai aku bisa melihat wajahmu, tak tahan dengan kenikmatan memandang kemuliaan wajahmu… Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad ….
    (Foto-foto ini kebanyakan adalah koleksi yang tersimpan dari berbagai tempat di beberapa negara: Museum Topkapy di Istambul Turki, Yordania, Irak dan negara-negara Timur Tengah lainnya. Selamat menatap peninggalan-peninggalan ini. Semoga kerinduan kita semakin memuncak kepada Nabi Agung,kekasih Allah …)
    Allahumma shalli ‘ala sayyidina wa maulana Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam …
    __________________________
    a
    the-blessed-shirt-of-prophet-muhammad-saw
    The Blessed Shirt of Prophet Muhammad SAW (Baju gamis Nabi SAW yang lusuh dan robek-robek. Yaa Allah … betapa sederhananya baju sang pemimpin dunia yang suci nan agung ..!!)
    a
    the-blessed-shirt1-of-prophet-muhammad-saw
    The Blessed Shirt of Prophet Muhammad SAW (Bagian dari baju gamis Nabi SAW yang sudah sobek)
    a
    jubah-rasulullah1
    Jubah Nabi Muhammad, Rasulullah SAW
    a
    blessed-seal-of-rasool-allah-saw1
    The Blessed Seal of Rasulullah SAW (Cap surat Nabi SAW)
    a
    copy-of-the-blessed-bowl-of-prophet-muhammad-saw
    Mangkuk tempat minum Rasulullah SAW
    picture1.jpg
    Kunci Ka’bah Masa Nabi Muhammad SAW
    a
    the-blessed-foot-print-of-rasool-allah-saw
    jejak-kaki-nabi
    Jejak Kaki Rasulullah SAW
    a
    blessed-hair-of-rasool-allahsaw
    rambut-nabi
    Beberapa helai rambut Rasulullah SAW 
    a
    gigi-dan-rambut1
    Peninggalan gigi dan rambut Nabi. Itu giginya jelas ya?
    a
    Wadah Kotak Gigi Rasulullah SAW
    a

    picture4.jpg
    pedang2-nabi-dengan-nama-namanya1
    pedang2-nabi-dengan-nama-namanya2
    pedang2-nabi-dengan-nama-namanya
    Berbagai pedang yang pernah dimiliki Nabi dengan nama-namanya yang digunakan untuk menegakkan ajaran tauhid, ketika orang-orang kafir memerangi Nabi dan dakwahnya sehingga harus mengangkat pedang. 
    a
    Gagang Pedang “Hatf” Nabi SAW tampak lebih jelasa
    busur-panah-nabi
    aBusur Panah Nabi SAW
    a
    a

    Bendera Rasululullah SAW

    a
    Ini lebih jelasnya.
    aa

    Salah satu sorban/tutup kepala  Rasulullah SAW
    a
    Topi Besi Rasulullah SAW
    a
    Baju dan barang-barang Rasulullah SAW

    blessed-sandals2-of-rasool-allah-saw
    blessed-sandal-of-rasool-allah-saw
    Sandal-sandal (terumpah) peninggalan Rasulullah SAW tercinta …
    a
    letter-to-nijashi-king-of-habsha
    Surat Nabi SAW kepada Raja Nijashi, Raja Habsyah
    a
    letter-to-omani-people
    Surat Nabi SAW kepada rakyat Oman, Arab Selatan
    a
    letter-to-qaiser_e_rome
    Surat Nabi SAW kepada Kaisar Romawi abad ke- 7
    a
    Surat Rasulullah SAW pada Raja Heraclius
    a
    prophets-letter-to-muqauqas-egypt
    Surat Nabi SAW kepada Raja Muqauqas, Mesir
    a
    Makan Siti Aminah, Ibunda Rasululllah SAW

    box-belonging-to-hazrat-fatima-rz
    Kotak milik putri tercinta Nabi SAW, Sayyidah Fatimah Az-Zahra R.A.
    a
    picture6.jpg
    PINTU EMAS MAKAM NABI MUHAMMAD SAW


    Free Auto Malaysia Backlinks My Ping in TotalPing.com